Menelisik Doa KH. Hasyim Asy’ari

Terpikir sesaat perihal doa KH. Hasyim Asy’ari yang maknanya sangat dalam dan berarti. Doa ini dari KH. Khotib Umar, dari ayahnya KH. Umar, dari KH. As’ad Syamsul Arifin, dari Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, sebagaimana di kutip dari bangkitmedia.com.

Dalam hal ini, KH. Hasyim Asy’ari pernah memberikan doa untuk kemajuan NU sebagai berikut:

 دُعَاءُ حَضْرَةِ الشَّيْخِ كِيَاهِي حَاجِي مُحَمَّدْ هَاشِمْ أَشْعَرِي رَحِمَهُ الله 

اَللّٰهُمَّ أَيْقِظْ قُلُوْبَ الْعُلَمَاءِ وَالْمُسْلِمِيْنَ مِنْ نَوْمِ غَفْلَتِهِمِ الْعَمِيْقِ وَاهْدِهِمْ إِلَى سَبِيْلِ الرَّشَادِ. اَللّٰهُمَّ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ أَحْيِ جَمْعِيَّتَنَا جَمْعِيَّةَ نَهْضَةِ الْعُلَمَاءِ حَيَاةً طَيِّبَةً إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ بِبَرَكَةِ “فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً” (النحل: ٩٧)، “فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِيْ إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ” (ابراهيم: ٣٧٧). وَارْزُقْهُمْ قُوَّةً غَالِبَةً عَلَى كُلِّ بَاطِلٍ وَظَالِمٍ وَفَاحِشٍ وَسُوْءٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ

(setelah sholat fardhu 3x/٣x بعد المفروضة)

أجازنا الشيخ خطيب عمر، عن والده الشيخ عمر، عن الشيخ أسعد شمس العارفين، عن حضرة الشيخ محمد هاشم أشعري رحمهم الله

 

Ya Allah, bangunkanlah hati para ulama dan umat Islam dari kelalaian yang dalam dan berkepanjangan dan tuntunlah mereka ke jalan petunjuk-Mu. Ya Allah, yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, hidupkanlah Jam’iyah kami Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU) dengan kehidupan thoyyibah (kehidupan yang baik sesuai kehendak-Mu) hingga hari Kiamat dengan berkah ayat:

فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً (النحل: ٩٧) ، فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِيْ إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ (ابراهيم: ٣٧٧

‘Maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik’ (QS. An-Nahl: 97), ‘maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur’ (QS. Ibrahim: 37). Dan karuniakanlah mereka rizqi (berupa) kekuatan yang mengalahkan kebathilan, kedzaliman, ketidaksenonohan dan keburukan agar mereka bertaqwa.”

Ada beberapa poin yg perlu digarisbawahi pada doa ini: pertama, pada kalimat أيقظ قلوب العلماء والمسلمين . Di sini beliau dahulukan kalimat “ulama”. Kenapa ulama? Karena sebutan ini mewakili orang yang dijadikan panutan oleh orang-orang awam. Jika ulamanya tergelincir, bagaimana dengan pengikutnya? jika ulamanya tidak selektif dengan berita yang diterima, maka bagaimana dengan pengikutnya?

Dalam doa di atas KH. Hasyim Asy’ari mengisyaratkan kepada ulama agar bangun dari kelalaian yang berpanjangan, kita ambil contoh pada zaman sekarang ketika yang disematkan padanya titel ulama tidak selektif dengan berita hoax atau video potongan serta langsung disampaikannnya kepada jamaahnya, bukankah ulama ini dhollun (sesat) lagi mudhillun (menyesatkan)? Wal ‘iyadz billah….

Kedua, واهدهم إلي سبيل الرشاد . Kalimat ini sunggung luar biasa. Terdapat di dalamnya (kasih sayang) kepada ulama dan kaum muslimin terutama kepada dirinya sendiri. Ketika seseorang berdoa dengan doa ini, dengan otomatis dia juga mendoakan dirinya sendiri untuk tetap berusaha berada di jalan petunjuk Allah Swt.

Ketiga, أحي جَمْعِيَّتَنَا جَمْعِيَّةَ نَهْضَةِ الْعُلَمَاءِ . Beliau sangat berharap terhadap organisasi yang bermanhaj tawassuth ini agar tetap hidup sampai hari kiamat. Maka dengan berdoa dengan doa ini sama halnya juga kita ber-khadam dengan pembawa organisasi ini dengan berkhidmah kepada ulama dan auliya. Dikatakan: “خدمة العالم شرف للمتعلم“, berkhidmah kepada orang yang berilmu akan menjadikan kemuliaan bagi orang yang menuntut ilmu.

Keempat,  فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً  disematkannya ayat al-Qur`an surah an-Nahl sebagai tawasul yg beliau gunakan, ini adalah salah satu dari ajaran Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang menerima metode berdoa dengan tawassul.

Kelima, beliau mengajak kepada kaum muslimin untuk bersama-sama berjuang di Nahdlatul ulama dengan doa beliau: فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِيْ إِلَيْهِم.

Keenam dan ketujuh, beliau bukan saja mengajak bergabung kepada Nahdlatul ulama, namun beliau juga mendoakan dengan doa kemurahan rejeki bagi mereka yang mau berjuang disertai dengan doa kekuatan dalam menghadapi berbagai bentuk kebathilan dan kezholiman agar senantiasa bertaqwa. Hal tertulis pada kalimat terakhir:

وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ (ابراهيم: ٣٧٧)”. وَارْزُقْهُمْ قُوَّةً غَالِبَةً عَلَى كُلِّ بَاطِلٍ وَظَالِمٍ وَفَاحِشٍ وَسُوْءٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ.

Demikian doa yang bisa diamalkan oleh segenap kaum muslim demi kemajuan NU. Inilah cara mudah kaum muslimin untuk menghidupkan dan memajukan NU. Salah satu diantara ikhtiar memajukan NU adalah berdoa demi kebaikan NU ke depan.

Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, dalam salah satu maqolahnya, mengatakan: “Siapa yang mau mengurusi NU, aku anggap sebagai santriku. Siapa yang jadi santriku, maka aku doakan husnul khatimah beserta keluarganya”. Hal ini semestinya menjadi penyemangat kaum muslimin untuk senantiasa mengintai doa-doa ulama dan auliya.

Penulis: Abu Afifah (Wakil Ketua Lembaga Dakwah PCNU Banjar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *