Gus Nadir : Terimakasih Ya Allah, Engkau Turunkan Wabah Corona

Banua.co,  Australia – Terimakasih ya Allah, Engkau turunkan wabah Corona, kata Gus Nadir atau Prof Nadirsyah Hosen setelah mengungkapkan hikmah di balik pandemi global Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tadi malam, Kamis (09/04/2020), via streaming video pada acara Doa Bersama dan Pertaubatan Global Bersatu Melawan Corona Bersama NU Seluruh Dunia yang disiarkan serentak secara live oleh Kompas TV, TV9 Nusantara, BBS TV, serta beberapa channel Youtube dan Fanpage Facebook.

Menurut putra tokoh MUI KH. Ibrahim Hosen ini, jika ada sementara pihak yang protes kenapa masjid ditutup dan kemudian muncul teori-teori konspirasi, sebenarnya mereka lupa bahwa pusat perjudian di Las Vegas, Australia, dan Singapura juga tutup. Semua bar dan club di New York, Paris, dan London tutup. Tempat prostitusi di Jerman, Belanda, dan Rusia juga tutup. Semua kemaksiatan berhenti seketika akibat Corona, bukan karena takbir dan pentungan.

“Pantai menjadi bersih dari sampah plastik. Ikan berenang gembira karena tak lagi diganggu kapal pesiar mewah. Burung terdengar bersahutan karena jalan raya tidak lagi berisik dengan suara knalpot dan klakson. Keluarga yang selama ini tak pernah duduk makan bersama dan saat bertemu biasanya hanya uang dan kerja yang dibahas, kini lebih banyak berkumpul di rumah, beribadah dan beraktifitas bersama keluarga”, tutur santri yang berhasil menjadi guru besar Hukum Islam di Monash University Faculty of Law, Australia ini.

abranisulaiman 20200410 161829 0 150x150 - Gus Nadir : Terimakasih Ya Allah, Engkau Turunkan Wabah Corona
Gus Nadir ketika ziarah ke makam Abah Guru Sekumpul, Martapura

Peraih gelar Ph.D in Law dari Wollongong University dan Ph.D in Islamic Law dari National University of Singapore ini mengungkapkan, di saat manusia terkapar karena terpapar Corona, justeru perlahan alam menemukan kembali harmoninya.

“Kita pun bertanya, inikah musibah atau anugerah? Inikah bencana atau rencana Allah? Inikah aib kemanusiaan atau inikah sebuah proses alam ghaib untuk memanusiakan kembali kemanusiaan kita? Inikah azab atau inikah cara Allah yang sedang mengajarkan manusia pada semesta? Inikah misteri atau inikah solusi?”.

Menyikapi wabah Corona yang dirasakan sebagian orang sebagai musibah, Rais Syuriah Pengurus Cabang Istimewa NU Australia dan New Zealand ini mengutip hikmah sufi legendaris, Syekh Ibn ‘Athaillah, boleh jadi seseorang akan mendapatkan pengalaman batin dalam penderitaan, yang tidak bisa ia dapatkan dalam puasa dan shalatnya. 

“Pengalaman batin saat diuji adalah cara Allah untuk menarik manusia lebih dekat lagi kepadaNya. Bukan hanya dalam beribadah saja, tapi juga saat mengalami kerugian dan musibah”, ungkapnya.

Sebab itu, mengutip Syekh Ibn ‘Athaillah, Gus Nadir mengatakan, bermacam ujian itu hakikatnya adalah hamparan pemberian. Datangnya cobaan tak hanya meniscayakan kesabaran, tapi juga syukur. Karena di balik syukur itu ada karunia yang hendak diberikan Allah.

Sembari  mengutip QS Al-Baqarah ayat 286 yang terjemahnya, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”, kyai yang telah menulis banyak buku dan makalah yang diterbitkan secara Internasional ini mengucap syukur.

“Terimakasih ya Allah. Engkau turunkan wabah Corona ini, artinya Engkau percaya kami akan sanggup menjalani dan menghadapinya. Terimakasih atas kepercayaan Engkau ya Allah. Kami pun percaya bahwa wabah Corona ini tidak akan membebani kami di luar batas kesanggupan kami. Karena itulah janjimu”, katanya.

Editor : Zain1979.

Baca Juga: Menyukuri Pandemi Covid-19, Memandang Sisi Lain Takdir Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *