GP Ansor Desak Pemerintah Usut Aksi Biadab Kapal Long Xin China

Banua.co, Jakarta – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor) mendesak pemerintah Indonesia untuk segera mengusut aksi biadab terhadap 18 anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja di kapal China bernama Long Xin. 

Bahkan, diwartakan televisi berita Korea Selatan, Munhwa Broadcasting Corporation (MBC) pada Rabu (06/05/2020), sebuah video memperlihatkan ABK asal Indonesia yang meninggal dunia dibuang ke laut dari atas kapal nelayan China tersebut. Kejadian ABK dibuang ke laut tertangkap kamera saat kapal berbendera China, Long Xin berlabuh di Busan, Korea Selatan.

5eb2a566a959e - GP Ansor Desak Pemerintah Usut Aksi Biadab Kapal Long Xin China
Screenshot video yang memperlihatkan persiapan membuang mayat ke laut.

“Pemerintah Indonesia harus mengupayakan hak-hak ABK yang meninggal dunia secara maksimal untuk diterimakana kepada ahli warisnya”, kata Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas. 

GP Ansor juga meminta Kementrian Luar Negeri, BP2MI, Kementerian Ketenagakerjaan dan pihak terkait untuk memberi perlindungan 14 ABK yang tersisa selama masa karantina hingga proses pemulangan ke tanah air.

Dilansir dari Republika, Kamis (07/05/2020), selain menyesalkan tragedi kemanusiaan dan pelanggaran hak-hak buruh ini, GP Ansor juga akan memberi pendampingan hukum lewat LBH Ansor.

“Dan bekerjasama dengan pihak-pihak lain untuk mengupayakan perlindungan terbaik kepada ke-14 ABK dan ahli waris dari ABK yang gugur dalam tugas”, ucap Gus Yaqut.

Baca Juga : Soroti Program Kartu Prakerja, Gus Yaqut: Pemerintah Terkesan Tidak Mengenal dan Menolong Rakyatnya.

Selain menuntut Dalian, perusahaan yang mempekerjakan para ABK tersebut, agar meminta maaf kepada korban dan masyarakat Indonesia, GP Ansor juga menuntut agar Dalian memenuhi hak-hak pekerja dan mengganti semua akibat pelanggaran yang telah dilakukan perusahaan kepada ABK dan para ahli warisnya.

Gus Yaqut menilai tragedi yang menimpa 18 ABK asal Indonesia tersebut masuk bentuk perbudakan modern. Ia menduga kasus ini sebaga human trafficking atau Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Baca Juga : Tanggungjawab Ulama terhadap Kelas Pekerja.

Sementara, dilansir dari situs web Kementrian Luar Negeri Indonesia, Kamis (07/05/2020), kapten kapal China menyebut anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang dilempar ke laut sebenarnya dilarung disebabkan penyakit menular dan dilakukan berdasarkan persetujuan awak kapal lainnya.

Editor : Zain1979.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *