LBM PBNU Anjurkan Segenap Panitia Zakat Berkoordinasi dengan LAZISNU Setempat

Banua.co, Jakarta – Menyambut Hari Raya Idul Fitri di mana setiap muslim berkewajiban menunaikan zakat fitrah, Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) mengeluarkan fatwa keagamaan seputar zakat fitrah dan merekomendasikan agar segenap panitia zakat yang ada di masyarakat, baik di musholla maupun masjid agar berkoordinasi dengan Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) setempat.

Dikabarkan NU Online (Senin 18/05/2020), meski merekomendasikan bahwa zakat fitrah yang terbaik adalah dengan beras, LBM PBNU juga menetapkan bahwa masyarakat dapat membayarkan zakat fitrah dengan uang sebagai konversi zakat fitrah dari beras atau serealia. LBM PBNU menetapkan nilai zakat fitrah dengan uang disesuaikan tariff zakat fitrah dengan beras atau serealia.

“Pada prinsipnya ulama arus utama madzhab Syafi’i tidak membolehkan zakat fitrah dengan qimah (nominal uang). Tetapi untuk memudahkan masyarakat, kita mengikuti pandangan ulama yang membolehkan pembayaran zakat dengan qimah,” kata Wakil Sekretaris LBM PBNU KH Mahbub Ma’afi Ramdhan, sebagaimana dikutip NU Online.

Menanggapi fatwa LBM PBNU, Rais Syuriah PBNU KH Afifuddin Muhajir mengatakan bahwa perbedaan pendapat ulama perihal jenis dan tariff zakat fitrah memiliki alas an yang sama, yaitu maksud dan tujuan zakat fitrah adalah memenuhi/mencukupi kebutuhan fuqara-masakin, terutama pada hari libur kerja, hari raya ‘idil fitri.   

“Tujuan ini dapat dipahami dari sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam ‘aghnuhum’ atau cukupilah mereka (orang miskin dan orang fakir”, kata Kiai Afif. 

Baca Juga : Zakat Fitrah Bertaqlid dengan Madzhab Hanafi Hanya Sekira Rp.40 ribu.

Rekomendasi yang dikeluarkan Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) adalah sebagai berikut :

  1. Yang terbaik dalam menunaikan zakat fitrah adalah dengan beras. Adapun satu sha’ versi Imam Nawawi adalah bobot seberat 2,7 kg atau 3,5 liter. Sedangkan ulama lain mengatakan satu sha’ seberat 2,5 kg.
  2. Masyarakat diperbolehkan pula membayar zakat fitrah dengan menggunakan uang sesuai harga beras 2,7 kg atau 3,5 liter atau 2,5 kg sesuai kualitas beras layak.
  3. Segenap panitia zakat yang ada di masyarakat baik di musholla maupun di masjid dianjurkan untuk berkoordinasi dengan LAZISNU setempat.

Sementara, LAZISNU adalah lembaga resmi yang berada di bawah naungan pengurus Nahdlatul Ulama. LAZISNU didirikan pada tahun 2004 sesuai amanah Muktamar NU ke-31 yang digelar di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah.

LAZISNU kemudian disahkan pemerintah sebagai lembaga amil zakat secara secara nasional melalui Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 255 Tahun 2016 tentang Pengukuhan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS). 

Baca Juga : Mudahkan Bayar Zakat Fitrah, LAZISNU Kabupaten Banjar Beri Layanan Transfer dan Jemput Zakat.

Sebagai lembaga nirlaba milik Nahdlatul Ulama, LAZISNU senantiasa berkhidmat untuk membantu kesejahteraan umat serta mengangkat harkat sosial melalui pendayagunaan dana Zakat, Infak , Sedekah (ZIS) dan dana-dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *