Ngaji Duduk Harus Jadi Prioritas Utama Santri

Banua.co, MARTAPURA – Mudzakarah kitab merupakan tradisi turun temurun dari kiai kalangan Nahdlaul Ulama.  Di Banjar, kegiatan ini termasuk dalam istilah Ngaji Duduk.

Rais Syuriah PBNU KH Bahauddin Nursalim atau yang dikenal dengan Gus Baha sering sekali mengingatkan akan pentingnya Ngaji Duduk. Bahkan ulama yang kini sedang naik daun tersebut menginginkan, Ngaji Duduk menjadi prioritas utama di kalangan masyarakat.

“Selama jadi Rais Syuriah. Itu (ngaji duduk) yang saya tekankan. Sekarang, saya lihat sudah jarang fenomena itu dilihat, masyarakat sukanya yang rame-rame teriak make panggung besar,” ucap Gus Baha dalam sebuah pesan singkat yang ramai di dunia maya.

Menanggapi hal tersebut, PC IPNU Kabupaten Banjar terus mengupayakan tradisi ini terus berjalan di Gedung PCNU Kabupaten tersebut, meskipun orang yang hadir hanya hitungan jari.

“Kita bersyukur, mudzakarah kitab menjadi rutinitas mingguan, yakni setiap malam Kamis sehabis Isya di Gedung PCNU Kabupaten Banjar,” ujar Koordinator mudzakarah, Fahri.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh jajaran anggota PC IPNU Kabupaten Banjar dengan membaca secara bergiliran, kemudian diterjemahkan dan dipahami bersama-sama.

“Kitab yang dikaji adalah Syarhul Waraqat dan Akhlaqulil banin,” sebutnya.

Fahri yang juga Wakil ketua 1 Bidang Organisasi PCIPNU Banjar mengutip sebuah hadits untuk memberikan semangat kepada rekan-rekannya di PC IPNU Kabupaten Banjar untuk selalu istiqomah menjalankan mudzakarah tersebut.

“Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda bahwasanya Allah SWT lebih menyukai amalan yang sedikit namun istiqomah dibandingkan banyak tetapi tidak istiqomah,” ucapanya.

“Kita berharap rutinitas ini yang menjadi prioritas utama,” sambung alumni Ponpes Darussalam Martapura tersebut.

Reporter: Auzan

Editor: Ibnu Syaifuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *