Ajaib! Disimpan Selama 22 Tahun, Rambut Abah Guru Sekumpul Berubah Jadi Tak Biasa

Banua.co, MARTAPURA – Fakta unik tentang rambut Abah Guru Sekumpul atau Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani ini kami dapatkan dari penuturan H Hidayatullah. Dia adalah seorang murid sekaligus khadam Abah Guru Sekumpul di kediaman beliau di Cempaka, Banjarbaru.

Keistimewaan Abah Guru Sekumpul memang sudah masyhur sejak lama. Karomahnya sudah menjadi buah bibir di masyarakat. Baik semasa beliau masih aktif menggelar majelis hingga pasca kawafatannya. Namun cerita tentang rambut Abah Guru Sekumpul ini  tergolong langka.

“Ini ulun dapatnya pas bahari tahun 1998 pas rumah di cempaka, nah pas nitu kawan ulun seikung ada memutiki rambut sidin nang guguran (ketika beliau bercukur), lalu kami bagi sekawanan. (Ini saya dapat dulu di tahun 1998,  di rumah Cempaka. Saat itu teman saya memungut rambut beliau yang gugur ketika beliau bercukur, lalu kami bagi ke kawan-kawan, red),” ucap H. Dayat -akrab dia disapa- yang kini menjabat sebagai Sekretaris LDNU Kabupaten Banjar.

Baca juga: Abah Guru Sekumpul Kasyaf Sejak Masih Muda? Warga Keraton: Aku Menyaksikannya

Rumah tersebut, sambung Pimpinan Majelis Burdah Raudhatul Murtaja itu, adalah rumah tempat istirahat Abah Guru Sekumpul waktu itu.

“Nah, bahari kami jadi khadam sidin di situ, melayani sidin (Dulu, kami berkhadam di situ, melayani beliau, red),” sambung H. Dayat.

Rambut ini, kata H Dayat, berbeda dengan rambut pada umumnya. Sebab pada waktu ditemukan, rambut ini hanya seujung jari. Anehnya, rambut ini mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

“Rambut Abah Guru Sekumpul ini sudah 22 tahun saya simpan, sebagai bentuk mahabbah dan rasa cinta dengan guru. Ternyata tiap tahun semakin memanjang, ini menjadi salah satu karomah (Abah Guru Sekumpul) yang saya saksikan secara langsung,” ucap H. Dayat.

Baca Juga: Jarang Diketahui, Sosok di Balik Suksesnya Abah Guru Sekumpul

Baca Juga: Disimpan Rapat Selama 2 Abad, Ini Penampakan Baju Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari

Di waktu yang sama, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Banjar Ustadz Khairullah Zain menimpali bahwa ini adalah salah satu cara murid dalam mengekspresikan cinta kepada gurunya.

“Dalam bermahabbah semua orang memiliki ekspresi yang berbeda-beda, ini salah satu yang membuktikan kita mencintai guru kita,” ujar pembina Majelis Raudhatul Murtaja yang turut hadir ketika baNUa.co menemui H. Dayat di kediamannya, Sekumpul.

Reporter: Auzan

Editor: Ibnu Syaifuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *