Perkuat Pijakan Fiqh, PC IPNU Kabupaten Banjar Kembali Kaji Kitab Syarhul Waraqat

Banua.co, MARTAPURA – Dalam rutinitas mudzakarah kitab, PCIPNU Kabupaten Banjar telah mengkhatamkan kitab Syarh Sittin Masa’alah dalam fan Fiqh. menariknya, mudzakarah akan dilanjutkan dengan pembacaan kitab Syarhul Waraqat (Ushul Fiqh).

Bendahara PCIPNU Kabupaten Banjar Muhammad Syarofi membeberkan alasan mengapa kitab tersebut yang dipilih.

“Saat ini kita mengalami kemunduran dalam mengkaji kitab dan berpikir. Banyak orang mengaji Fiqh namun tidak Ushulnya (pondasinya). Banyak mengaji hukum, namun tidak tahu cara pembuatan dan penggalian hukum yang dilakukan oleh ahli hukum Islam terdahulu,” ucapnya.

“Kita memilih kitab Syarhul Waraqat karna kitab ini merupakan modal awal dalam memasuki tahapan memahami Ushul fiqh serta cocok untuk menjadi pijakan awal,” Sambung Santri lulusan Ma’had Aly tersebut

Pada dasarnya, santri IPNU pada fan Ushul Fiqh dan Akhlaq seharusnya sudah sampai tahapan kitab Alluma’ dan Kifayatul Atqiya. Menariknya, Syarofi mengulas sedikit fakta lapangan mengapa mereka harus kembali ke kitab Syarhul Waraqat dan Akhlaqulil Banin

“Kita tahu santri disini (IPNU) mengkaji banyak kitab dengan level yang sudah tinggi. Namun, kita kadang masih lupa di mana awal kita berpijak, sehingga ilmu yang sebelumnya dikaji malah dilupakan, tidak diamalkan. Karena itu, kita kembali mengulang pelajaran ini demi memperkuat pijakan kita,” tutup Syarofi.

Mudzakarah kitab ini tetap diistiqomahkan setiap Rabu malam, tepatnya setelah shalat Isya di gedung PCNU Kabupaten Banjar.

Reporter: Auzan

Editor: Ibnu Syaifuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *