Abah Guru Sekumpul Kasyaf Sejak Masih Muda? Warga Keraton: Aku Menyaksikannya

Banua.co, MARTAPURA –  Banyak orang yang mengatakan Abah Guru Sekumpul atau Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani itu memiliki mata bathin yang tajam (kasyaf). Banyak pula yang menyaksikan kejadian itu secara langsung, seorang warga Keraton ini di antaranya.

Warga Keraton Martapura ini dikenal dengan Paman Imi (60), dia mengingat sering bertamu dengan Abah Guru Sekumpul ketika masih tinggal di Keraton, Martapura, Kalimantan Selatan.

“Aku dahulu suah dikiyau Abah Guru gasan mengawani H. Ahmad dipelataran supaya kada turun ke tanah (Aku pernah dipanggil Abah Guru Sekumpul untuk menemani keponakan beliau yang bernama H. Ahmad supaya tidak bermain keluar rumah. red),” ujar Paman Imi.

Baca  juga: Ajaib! Disimpan Selama 22 Tahun, Rambut Abah Guru Sekumpul Berubah Jadi Tak Biasa

Baca juga: Disimpan Rapat Selama 2 Abad, Ini Penampakan Baju Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari

Paman Imi pernah menyaksikan kejadian yang mungkin sebagain orang mempercayainya dengan sebutan kasyaf. Waktu itu sudah berlangsung sangat lama, tepatnya ketika dia masih berumur belia.

“Waktu aku lagi halus, ada kawan yang katuju menyuntan mangga urang, eh sekalinya Abah Guru Sekumpul lewat, lalu sidin beucap: Satumat lagi nang ampun pohon kaluar, bapadah ikam ambil secukupnya haja (Sebentar lagi yang punya pohon keluar rumah, kamu minta izin dan ambil secukupnya, red),” kenang Paman Imi.

Tiba-tiba, sambung Paman Imi, apa yang dikatakan Abah guru Sekumpulitu benar terjadi. Sang pemilik pohon manga benar-benar keluar rumah. Beruntungnya, orang itu tidak marah-marah.

Paman Imi melanjutkan, ” Jika ada yang mengatakan Guru Sekumpul itu kasyaf sejak umur 14 tahun, aku sangat percaya, karena aku pernah menghadapinya (menyaksikannya) secara langsung.”

Reporter : Muhammad Abdillah

Editor: Ibnu Syaifuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *