Keutamaan Maulid Simtudduror Menurut Abah Guru Sekumpul

Banua.co,  MARTAPURA – Apa keutamaan dan kelebihan Maulid Simtudduror dibandingkan maulid lainnya?

Maulid Simtudduror sering pula disebut Maulid Habsyi. Disebut demikian karena maulid ini disusun oleh al-Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi. Habib Ali adalah seorang ulama besar kelahiran 24 Syawal 1259 H atau 1839 M dari desa Qasam, Hadhramaut, Yaman.

Maulid Simtudduror atau Maulid Alhabsyi adalah salah satu diantara sekian maulid yang rutin dibaca di Majlis Abah Guru Sekumpul. Setiap Minggu Malam, sehabis Maghrib Maulid Simtudduror dibaca di Majlis Ar-Raudhah Sekumpul dihadiri para ulama dan ribuan jamaah. Setelah Abah Guru Sekumpul wafat, pembacaan maulid ini terus berlangsung dengan dipimpin oleh putra beliau Muhammad Amin Badali dan Ahmad Hafi Badali.

images 2020 10 22T114908.243 1 1 - Keutamaan Maulid Simtudduror Menurut Abah Guru Sekumpul
Kitab Maulid Simtudduror

Abah Guru Sekumpul mendapatkan ijazah maulid Simtudduror dari Al-Habib Zein al-Habsyi Martapura, murid Al-Habib Ali al-Habsyi, dan juga dari jalur Al-Habib Anis al-Habsyi Solo, cucu Al-Habib Ali Al-Habsyi.

Baca Juga: Keajaiban Rambut Abah Guru Sekumpul.

Di antara keutamaan Maulid Simtudduror atau Maulid Habsyi menurut Abah Guru Sekumpul adalah maulid yang paling tinggi sastranya. Bahkan ahli sastra Sayyid Amin al-Kutbi yang merupakan salah satu guru Abah Guru Sekumpul sendiri mengaku tidak mampu mengupas makna-makna rahasia yang terkandung di dalam maulid ini. Hal ini diceritakan Abah Guru Sekumpul ketika memberikan pengajian kitab Syarh Hikam tahun 1997 silam.

Kada gampangan. Paling, paling, paling tinggi susunan kata. Maulid paling tinggi susunan kata, balaghah-nya, adalah Simtudduror. Kada mudah ditarjamah. Kada mudah. Sampai sekarang belum ada nang sanggup mentarjamahnya. Inggih. Sayyid Amin aja angkat tangan. Kalau memaknai banar aja, Alhamdu segala puji, itu ada aja lughatnya. Kamus ada aja”.

(Tidak gampangan. Paling, paling, paling tinggi susunan kata. Maulid paling tinggi susunan kata, sastranya, adalah maulid Simtudduror -Maulid Habsyi, red-. Tidak mudah menafsirkan isinya. Tidak mudah. Sampai sekarang belum ada yang sanggup menulis tafsirannya. Iya, bahkan Sayyid Amin –yang ahli sastra Arab- saja angkat tangan. Kalau sekedar memaknai saja, misal Alhamdu artinya segala puji, itu ada aja yang mampu mengalihbahasakannya. Kamusnya ada aja.)

Baca Juga: Abah Guru Sekumpul Meneriaki Langit.

Abah Guru Sekumpul juga menceritakan keutamaan dan kelebihan lain kitab Maulid Simtudduror, yaitu dikarang Al-Habib Ali Al-Habsyi hanya dalam waktu tiga kali duduk atau tiga kali majlis. 

Talu kali duduk tuntung mengarang itu. Kada nang sampai dua tiga bulan pang

(Tiga kali duduk, selesai mengarang –Simtudduror- itu. Bukannya sampai dua tiga bulan –baru selesai-).

KIsah Habib Ali Al-Habsyi mengarang Simtudduror dalam dua kali duduk ini juga diceritakan salah seorang dzuriat Al-Habib Ali, yaitu Al-Habib Hasan bin Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi.

“Beliau (Habib Ali) bukan seperti pengarang yang menulis dengan mencari rujukan. Beliau di dua kali duduk, mengutarakan tentang Rasulullah dan muridnya mencatat”, tutur Habib Hasan yang pernah dimuat di Republika.

Beberapa riwayat di atas hanya sebagian dari keutamaan Maulid Simtudduror atau Maulid Habsyi. Masih banyak keutamaan dan kelebihan lainnya.

Editor: Zain1979

Baca Juga: Keramat Maulid Simtudduror dan Habib Ali Al Habsyi!

Baca Juga: Sejarah Marga Al Habsyi dan Keturunannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *