Viral! Mimpi 7 Aulia, Habib Ali Tak Mengira Ulama Ini Salah Satunya

Banua.co, MARTAPURA – Video penuturan Al Habib Ali Khaidir Al Kaff tentang bermimpi 7 aulia mendadak viral di media sosial. Video tersebut merekam adegan sang habib saat mengasuh majelis di Masjid Jami Sungai Jingah.

Dalam video tersebut, Habib Ali bercerita perihal mimpinya beberapa tahun yang lalu. Uniknya, mimpi itu terulang 3 tahun kemudian, yakni pada malam ke-16 Ramadhan.

“Malam itu pas bulan Syawal, ulun bermimpi bertemu dengan Datu Kelampayan. Di belakang sidin itu ada urang pulang, anam ikung. (Malam itu saat di bulan Syawal, saya bermimpi bertemu dengan Datu Kelampayan. Di belakang beliau itu ada 6 orang. red),” ujar Habib Ali yang juga pengasuh Majelis Taklim Ahbabul Musthofa Banjarmasin itu.

Habib Ali menyebut di deretan ulama yang berada di belakang Datu Kelampayan ada deretan nama ulama besar di Tanah Banjar.

“Ulun anyaki tunggal ikungan, mulai dari Guru Zainal Ilmi, Guru Kasyful Anwar, Guru Anang Sya’rani, Guru Badruddin, dan Guru kita KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani.  Tapi yang terakhir itu kada kelihatan siapa urangnya. Urangnya ada, tapi kada kelihatan. (Aku kenali satu persatu, mulai dari Guru Zainal Ilmi, Guru Kasyful Anwar, Guru Badruddin, dan Guru KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani. Tapi orang yang terakhir itu tidak nampak dengan jelas. Orangnya ada, tapi tidak terlihat, red),” jelas Habib Ali.

Baca Juga: Ini Kisah Abah Guru Sekumpul Meneriaki Langit, Ada Apa?

Baca Juga: Keutamaan Maulid Simtud Durar atau Maulid Habsyi Menurut Abah Guru Sekumpul

Esok paginya, Alumni Darul Musthofa Hadramaut ini pun langsung mengumpulkan jamaah sebanyak tujuh orang dan membawa mereka berziarah ke-6 ulama yang jelas terlihat dalam mimpi tersebut.

“Jadi kepikiran dalam hati, siapa satu orang yang terakhir itu,” ucap Habib Ali.

“Hingga 3 tahun kemudian, tepatnya di malam 19 Ramadhan. Ulun bermimpi pulang, persis dengan mimpi 3 tahun yang lalu. Bedanya, orang terakhir yang kada kelihatan, malam itu jelas kelihatan. Ulun melihat sidin, dan sidin senyum lawan Ulun. Kemudian sidin memaraki dan menapuk bahu ulun sambil beucap ‘Wayahapa beziarah ke wadah ulun’. (Hingga 3 tahun kemudian, tepatnya di malam 19 Ramadhan. Aku bermimpi lagi, sama persis dengan mimpi 3 tahun yang lalu. Perbedaannya, orang terakhir yang tidak nampak, malam itu terlihat dengan jelas. Aku melihat beliau, dan beliau senyum denganku. Kemudian beliau mendekati aku dan menepuk bahuku sambil berucap ‘Kapan ziarah ke tempat aku’, red).”

Baca Juga: Ajaib! Disimpan Selama 22 Tahun, Rambut Abah Guru Sekumpul Berubah Jadi Tak Biasa

Baca Juga: Pesan Guru Zuhdi: Ini Amalan Agar Anak Tak Berzina Sepanjang Hayat

“Siapa yang ulun lihat? Tidak lain yang Ulun lihat pada malam 19 Ramadhan yang lalu adalah guru kita, Guru Ahmad Zuhdiannor. (Siapa yang aku lihat? Tidak lain yang aku lihat pada malam 19 Ramadhan yang lalu adalah guru kita, Guru Ahmad Zuhdiannor. Red.”

“Jadi Sidin sudah masuk ke dalam kumpulannya para Auliya Allah. (Jadi beliau KH. Ahmad Zuhdiannor, sudah masuk ke dalam kumpulan para Auliya Allah, red,)” tutup Ketua Tanfidziyah NU Banjarmasin tersebut.

Kisah ini terdapat dalam video IGTV yang dilansir oleh @ikhwan_martapura 3 pekan lalu, dan sudah ditonton sebanyak 28,7 ribu tayangan.

Reporter : Isnawati

Editor: Ibnu Syaifuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *