Haul KH. Abdusysyukur, Banser: Kami Bertugas Lillahi Ta’ala

Banua.co, MARTAPURA – Suasana peringatan haul KH. Abdusysyukur pada Selasa malam (20/10/2020) berjalan dengan khidmat. Beberapa anggota Banser NU bertugas menjaga keamanan acara yang berlangsung di Desa Kampung Melayu Tengah tersebut.

Acara berlangsung dengan pembacaan maulid Ad-Diba’i, kemudian Surah Yasin, selanjutnya dzikir nasyid dan sebagai penutup doa haul untuk kyai yang menjadi pimpinan Pondok Pesantren Darussalam sepanjang tahun 1992 – 2007 ini.

Menyaksikan Banser yang bertugas penuh semangat, kru banua.co mencoba mewawancarai komandan regu Banser yang bertugas pada acara haul tersebut.

“Alhamdulillah, setiap haul tuan guru yang ada di Martapura kami selalu membantu, dengan mengirim beberapa anggota ke acara haulan”, ucap Maskani selaku komandan regu Banser yang bertugas malam itu.

Baca Juga: Haul Abah Guru Sekumpul Dan Ekspresi Cinta Kita.

Ternyata, meski harus mengorbankan waktu dan tenaga, Banser melaksanakan tugas dengan suka rela. Bahkan tanpa bayaran.

“Kami Lillahi Ta’ala membantu. Tidak ada istilah pakai uang”, aku Maskani

Sementara, Misran, salah seorang Banser yang bertugas pada malam tersebut mengakui bahwa Banser akan selalu menjaga ulama. 

“Banser adalah bentengnya ulama. Jika ada apa-apa kami yang akan berada di garda terdepan”, lanjutnya.  

Misran juga berpesan kepada para anggota Barisan Serbaguna Ansor yang merupakan salah satu badan otonom NU ini agar senantiasa istiqomah menjaga ulama.

“Para anggota Banser harus istiqomah dalam menjaga ulama”, ujar anggota Banser senior ini.

“Sampai habis umur jangan ada yang berhenti menjadi Banser. Banser Lillahi Ta’ala”, slogan pria yang telah menjadi anggota Banser sejak 1997.

IMG 20201021 WA0003 296x300 - Haul KH. Abdusysyukur, Banser: Kami Bertugas Lillahi Ta'ala
KH. Abdusysyukur, Ahli Fikih dan Hadits yang Zuhud dan Waro

Ulama Yang Zuhud Dan Waro

Sementara, KH. Abdusysyukur yang merupakan murid KH. Sya’rani ‘Arif, semasa hidupnya selain menjadi pimpinan Darussalam juga menjadi ketua MUI Kabupaten Banjar.

KH. Abdusysyukur adalah ulama yang selain ahli Fikih dan Hadits, juga pengamal Tashawwuf yang zuhud dan waro selama hidupnya.

Baca Juga: Membangun Kemandirian NU Dengan Bersifat Qona’ah.

Menurut kesaksian murid-muridnya, meski banyak yang ingin membangunkan rumah untuknya, KH. Abdusysyukur tidak berkenan. Beliau malah memilih untuk menempati “rumah dinas” milik Pondok Pesantren Darussalam. Sehingga sampai wafatnya ulama ini tidak memiliki rumah pribadi.

Reporter: Muhammad Abdillah.

Editor: Zain1979.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *