Semai Benih Cinta Tanah Air, GP Anshor Tabalong Sosialisasi 4 Pilar Bangsa di Hari Santri Nasional 2020

Banua.co, MARTAPURA – Menyemai benih cinta tanah air, pengurus Cabang Gerakan Pemuda Anshor Tabalong mengadakan peringatan Hari Santri Nasional 2020 anggota MPR RI H. Syaifullah Tamliha.  Acara tersebut diisi dengan sosialisasi 4 pilar kebangsaan.

Empat pilar kebangsaan MPR RI ialah Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Keempat pilar ini dinilai sangat penting untuk memelihara keamanan dan ketertiban di masyarakat.

Ketua Pelaksana sekaligus Ketua PC GP Anshor Tabalong, Taberani menuturkan kegiatan tersebut berlangsung di aula Kementerian Agama Tabalong pada Minggu (25/10/2020).

“Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan cinta tanah air dan mempertegas peran santri dalam berjuang mewujudkan kemerdekaan Indonesia,” ujar Alumnus Pondok Pesantren Darussalam Martapura ini.

Taberani berharap, dengan digelarnya kegiatan tersebut, semoga semangat perjuangan santri selalu tertanam dalam praktek kehidupan sehari-hari.

“Dengan memahami 4 pilar kebangsaan semoga persatuan dan kesatuan anak bangsa selalu terajut dengan baik, sehingga terwujudlah kesejahteraan dan keadilan,” terangnya.

 

Ketua GP Anshor Tabalong Taberani Banua.co 300x200 - Semai Benih Cinta Tanah Air, GP Anshor Tabalong Sosialisasi 4 Pilar  Bangsa di Hari Santri Nasional 2020
Ketua GP Anshor Tabalong, Taberani.Foto-Banua.co

Peserta dari kegiatan ini adalah  kader GP  Anshor Tabalong, Banser Tabalong, PMII, IPNU, IPPNU, Pagar Nusa, mahasiswa, dan masyarakat Tabalong.

“Hari ini saya mendapatkan banyak hal bersama rekanita-rekanita IPPNU Tabalong yang lain. Bisa bertemu dengan rekan-rekan organisasi lain yang juga satu tujuan yang sama. Semoga organisasi yang ada di Tabalong ini semakin jaya dan mampu menjaga kota Tabalong tercinta ini,” ungkap Wakil Sekretaris 2 PC IPPNU Tabalong, Elsa Marfera.

Dengan sosialisasi ini, Elsa berharap masyarakat Tabalong semakin mencintai NKRI dan dapat melindungi diri dari paham-paham radikalisme dan terorisme.

Reporter : Muhammad Abdillah/Atiiqotul Iffah

Editor: Ibnu Syaifuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *