Gencarkan Pengkaderan, Ini Cita-cita Mulia GP. Ansor Banjar

Banua.co, MARTAPURA – Tidak  lama setelah memasuki New Normal, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Banjar mulai beraksi. Sejumlah agenda yang tertunda, mulai digenjot kembali.

Meski sempat menunda pergerakan organisasi akibat adanya pandemi Covid-19, Pimpinan Cabang GP Ansor mulai kembali menyusun strategi demi mewujudkan Visi GP Ansor yang  Mandiri, Unggul dan Bermartabat.

Dengan Misi membangun  kemandirian ekonomi kader dan organisasi, GP Ansor Kabupaten Banjar akan melaksanakan kegiatan kaderisasi melalui PKD & Diklatsar untuk Ansor-Banser di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC).

Terkait hal tesebut, Pimpinan Cabang GP Ansor melaksanakan rapat kerja cabang pengurus harian pada Jum’at (23/10/2020).

Setelah rapat tersebut, persiapan PKD dan Diklatsar mulai disusun. Pimpinan PC GP Ansor mulai melaksanakan konsolidasi dengan beberapa Pimpinan Anak Cabang (PAC) di beberapa Kecamatan terkait rencana kegiatan tersebut.

Hasilnya, ada tiga Kecamatan yang siap untuk melaksanakan pengkaderan beberapa bulan ke depan. Di antaranya Kecamatan Astambul, Sungai Tabuk, dan Martapura Kota.

Ketua Cabang GP Ansor Muhammad S. Rifqi menerangkan, PKD dan Diklatsar merupakan pelatihan tingkat awal untuk bisa menjadi anggota Ansor Banser.

PKD sendiri adalah Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan kader tingkat dasar/awal. PKD ini menjadi sebuah sistem pengkaderan di GP Ansor yang diorientasikan untuk melakukan penanaman ideologi anggota yang bertujuan untuk:

  1. Membentuk kader; militan idiologis, berkarakter, berdedikasi dan berintegritas tinggi.
  2. Memiliki kecakapan mengelola organisasi, dan profesional.
  3. Memiliki kapasitas gerakan demi meneruskan cita-cita organisasi dan pejuangan para ulama NU.
  4. Disiapkan untuk menjadi pemimpin ditingkatan PAC.

Sedangkan Diklatsar, sambung Rifqi, adalah pelatihan yang dirancang memperkenalkan Banser kepada anggota/personel dan membentuk sikap dasar dalam bela negara.

Di antara materi pembelajarannya:

  1. Ke-ASWAJA-an.
  2. Ke-NU-an.
  3. Ke-Ansor-an.
  4. ke-Banser-an.
  5. Bela negara dan wawasan kebangsaan.
  6. Teknik Pengamanan.
  7. PBB dan Tub Banser.
  8. Administrasi Ansor Banser.
  9. UU NO 14/92/ Lalu lintas.
  10. Caraka malam.
  11. Kepemimpinan dasar.
  12. Keorganisasian.

“Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat membentuk dan megembangkan para kader Ansor-Banser yang tangguh, berakhlakul karimah serta dapat menjaga nilai-nilai dan tradisi NU dengan Fikrah (kerangka berpikir) yang Tawasut (moderat), Tasamuh  (toleran),  sehingga dapat hidup berdampingan dengan damai dengan pihak lain walaupun berbeda golongan, pola pikir, dan kepercayaan,” jelas mantan Ketua IPNU Kabupaten Banjar itu.

Selain berkhidmah dengan NU, tujuan Rifqi sejak muda aktif di NU (Ipnu dan Pagar Nusa) adalah mengkader anak-anak muda NU hanyalah ingin menjadi orang yang bermanfaat.

Tujuan mulia itulah yang kemudian diwariskan Rifqi pada generasi muda NU melalui pengkaderan.

“Komitmen kami adalah mempersiapkan kader-kader atau generasi penerus yang dapat menjaga,  mempertahankan, dan memperkuat organisasi warisan ulama yang berlandaskan paham ahlu sunnah  wal jamaah dan berideologi Pancasila  dalam Negara Kesatuan RI. Sehingga ke depan, diharapkan dapat ikut andil dalam pembangunan untuk kemajuan daerah kita, khususnya Kabupaten Banjar,” pungkasnya.

Reporter: Ahmad Sanusi

Editor: Ibnu Syaifuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *