Beri Tausiah Maulid Akbar PBNU, Ini Terjemah Nasehat Habib Umar Bin Hafidz

Banua.co, Jakarta – Habib Umar Bin Hafidz memberikan tausiah secara live pada acara Peringatan Maulid Akbar PBNU yang dilaksanakan Lembaga Dakwah PBNU di Jakarta, Kamis (29/10).

Acara Maulid Akbar PBNU yang dilaksanakan oleh LD PBNU ini disiarkan secara live oleh beberapa channel YouTube yang milik lembaga-lembaga NU, diantaranya 164 Channel.

Baca Juga: Gelar Maulid Akbar, PBNU Hadirkan Habib Umar bin Hafidz.

Screenshot 20201029 184440 1 1024x710 - Beri Tausiah Maulid Akbar PBNU, Ini Terjemah Nasehat Habib Umar Bin Hafidz
Habib Hamid Al-Qadri menerjemahkan tausiah Habib Umar bin Hafidz.

Diterjemahkan Habib Hamid Al-Qadri, berikut isi nasehat Habib Umar Bin Salim Bin Hafidz:

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memuliakan kita dengan pamungkas para Nabi yaitu Nabi besar Muhammad SAW. Imam dari para ksatria (Ahlul Futuwwah). Sholawat dan salam kepadanya, kepada keluarganya, kepada sahabatnya, juga kepada para nabi-nabi, para pengikutnya, juga kita semua para saudara dan kekasih kami di jalan Allah SWT. Dan setiap orang yang menghadap Allah, yang mempunyai cinta dan keinginan untuk membela Allah dan RasulNya, memenuhi janji di jalan Allah SWT. Dari seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama, dan semua ulama di seluruh Indonesia dan seluruh dunia.

Mudah-mudahan berkah sholawat dan salam tersebut kita bersama mereka, di dalam mereka.

Amma Ba’du.

Dalam rangka memperingati maulid Nabi Besar Muhammad SAW, yang merupakan sebaik-baik manusia yang dilahirkan ke muka bumi. Merupakan makhluk paling utama di sisi Dzat yang kita sembah, Allah SWT. Sholawat dan salam untuknya.

Maka, peringatan ini merupakan peringatan yang mengangkat kualitas pemahaman kita, kualitas pengertian kita. Mengangkat kualitas pelaksanaan kita terhadap manhaj Tuhan kita Allah SWT. Sehingga kita bersama-sama bisa ‘membela’ Allah SWT, ‘membela’ Nabi Besar Muhammad SAW. 

Bilamana kita memahami dengan benar, hakikat peringatan ini, akan menambah keimanan kita. Akan menambah semakin kuat hubungan kita dengan Allah, dengan Rasulullah SAW.

Membuat kita siap untuk melaksanakan dengan baik. Mempraktikan dan mengaplikasikan manhaj Allah dan RasulNya dengan baik di muka bumi ini. Allah dan RasulNya lebih berhak untuk dicari keridhaanNya.

“(Hukum) siapakah yang lebih baik dibanding (hukum) Allah) bagi orang-orang yang yakin?” (QS Al Maidah : 50).

 “Barangsiapa yang menaati Rasul, sungguh ia telah taat kepada Allah”. (QS An-Nisa : 80).

“Barangsiapa menaati Allah dan RasulNya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, para shiddiqin, orang-orang yang syahid, dan orang-orang shalih”. (QS An Nisa : 69).

Kita semua tidak akan sanggup mengungkapkan dan menerjemahkan hakikat ketaatan kepada Allah SWT dan kepada Rasulullah SAW, kecuali dengan menolak dan tidak menerima setiap sesuatu yang bertentangan dengan manhaj Allah SWT dan RasulNya. Baik dalam pemikiran, dalam suluk, dalam ucapan, dalam bentuk pekerjaan. Dalam bentuk apapun, besar atau kecil, luar atau dalam. Karena kita harus menjadi hamba daripada Dzat yang Maha Esa, Allah SWT.

Kita tidak akan menjadi hamba atau diperbudak oleh apapun bentuknya, baik itu negara, rakyat, kelompok, partai, barat ataupun timur, selatan atau utara, Arab atau non Arab. 

Kita hanya tunduk dan menjadi hamba Allah SWT.

Inilah bentuk dari hakikat ketaatan kita kepada Allah SWT, dengan menolak segala apapun yang bertentangan dengan ajaran Allah SWT. Dengan sebaik mungkin melaksanakan manhaj Allah  SWT. Baik yang bersifat fardhu ataupun sunnah. Menggunakan hal mubah untuk mencapai tujuan-tujuan yang mulia. Untuk menjadikan hal yang mubah tersebut mengabdi pada tujuan mulia kita.

Kita mengambil keluasan agama. Luasnya agama Islam, bukan untuk menjatuhkan ataupun menjadi barang mainan bagi mereka yang menentang ajaran Allah dan RasulNya.

Kita jadikan keluasan agama ini sebagai bentuk hujjah, menyampaikan dengan baik. Dan dalam menyampaikan argumentasi kepada orang-orang yang berpaling, yang tidak mengerti hakikat ajaran yang agung agama ini.

Hal ini juga agar dijadikan sebagai kekuatan untuk mereka yang ingin mengetahui tentang ajaran Islam dengan baik.

Itulah tujuan kita dalam hal ini.

Kita jadikan luasnya agama ini sebagai bentuk untuk mendapatkan rahmat dari Allah SWT dan melaksanakan amanah Allah SWT terhadap makhlukNya. Tidak ada yang mendapat petunjuk kecuali mereka yang diberi petunjuk oleh Allah.

Jadikan perayaan kita terhadap Maulid Nabi ini, untuk melaksanakan nilai-nilai ini, pondasi-pondasi ini. Di mana dengan pondasi ini menjadi mulia orang yang mulia, dari para wali dan ulama, di negeri Indonesia ini. Mulai dari masuknya Islam ke Indonesia dari abad pertama sampai tersebarnya tersebarnya Islam di Indonesia pada abad ke-7 hijriyah. Baik yang melalui tangan para pemimpin, para raja, para masyarakat Indonesia. Dan yang berkesinambungan berikutnya, para ulama dan orang shalih dan orang yang bertakwa, sampai generasi terakhir yang sempat kita temui masa hidup mereka.

Mereka adalah contoh yang bersambung dengan hakikat ini, dengan thoriqoh ini, dengan jalan ini. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan keridhaanNya kepada mereka.

Sungguh saya sangat bahagia sekali, atas undangan KH Dr Agus Salim selaku ketua LDNU dan KH Misbahul Munir selaku ketua panitia pelaksana, yang telah menundang kami untuk turut serta dalam acara ini. Acara yang mempunyai posisi bagi setiap orang yang cinta kepada Nabi Muhammad SAW. 

Kami turut serta dalam acara semacam ini tidak lain adalah untuk bisa mewujudkan, menguatkan keimanan, rahasia-rahasia keimanan yang bersambung dengan orang-orang sebelum kita.

Mereka bersambung karena Allah, demi Allah. Saling bersaudara karena Allah SWT. Sehingga mewariskan kepada kita sebuah janji setia, untuk melaksanakan amanah, untuk saling berwasiat, dengan kebenaran dan kesabaran, agar kita berjalan di jalan Sang Cahaya, Nabi Besar Muhammad SAW, yang telah diisyaratkan oleh Sayyidina Abbas bin Abdul Muthalib di akhir hayatnya. Beliau memuji Nabi Muhammad SAW 

“Engkau manakala dilahirkan, alam semesta terang benderang. Dengan itu semua kita mendapatkan hidayah dari Allah SWT”.

Itulah yang diucapkan Sayyidina Abbas atas kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW.

Mudah-mudahan Allah menguatkan hati kita semua, menguatkan kalian semua. Khususnya penduduk negeri Indonesia. Mudah-mudahan Allah angkat segala musibah, bala, malapetaka, kegelapan, dari negeri Indonesia. Mudah-mudahan Allah SWT menyiapkan untuk mereka hal-hal yang baik. Allah beri petunjuk mereka. Allah bahagiakan dengan segala kebahagiaan. Terutama para ulama yang tergabung dalam organisasi Nahdlatul Ulama, mudah-mudahan diberkahi oleh Allah SWT.

Mudah-mudahan Allah memperlihatkan kepada kita, dari penduduk Indonesia, hal-hal yang dapat membahagiakan hati Nabi Besar Muhammad SAW.

Baca Juga: Begini Tanggapan Habib Umar Terhadap Penghina Rasulullah SAW di Perancis.

Baca Juga: Do’a Munajat Guru Mulia, Al-Habib Umar bin Hafidz

Editor: Shakira.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *