Inilah Kunci Sukses Rasulullah SAW, Menurut Prof. Fahmi Al Amruzi

Banua.co, MARTAPURA – Professor Fahmi Al Amruzi yang didaulat PCNU Banjar sebagai narasumber halaqoh ilmiah membeberkan kunci rahasia sukses Rasulullah SAW. Halaqoh ini digelar PCNU Kabupaten Banjar dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (3/11). 

Hanya dalam masa 23 tahun, perjuangan Rasulullah SAW sukses dalam segala bidang. Beliau sukses mendakwahkan agama, membangun ekonomi umat dan mendirikan negara. Ada kunci sukses Rasulullah, menurut Prof. Fahmi.

“Kunci sukses Rasulullah adalah apa yang terkandung dalam ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi”, kata ahli Ushul Fiqh ini.

“Iqra, kita disuruh bisa membaca. Tidak mungkin kita bisa sukses bila tidak bisa membaca. Orang bisa membaca berarti orang yang berilmu”, jelasnya.

Namun bukan sembarang membaca, guru besar UIN Antasari ini menjelaskan bahwa yang pertama dalam membaca adalah ‘bismi rabbika.

“Perjuangan Rasulullah selama 23 tahun itu dimulai dengan akidah. Mengenal Tuhan dulu”, terangnya.

Mengenal Tuhan saja tidak cukup. Penulis buku ‘Rekonstruksi Wasiat Wajibah dalam Kompilasi Hukum Islam’ ini menjelaskan yang digambarkan dalam ayat selanjutnya.

“Tuhan yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Ini sudah disuruh berfikir tentang peristiwa alam. Setelah mempelajari tentang Tuhan, dilanjutkan mempelajari tentang kejadian alam”, ungkapnya.

Dengan semangat iqra ini, muncullah hadits-hadits tentang pentingnya mempelajari ilmu pengetahuan. Setelah mempelajari ilmu alam dilanjutkan hingga ilmu teknologi.

“Ujung ayatnya, Tuhan yang mengajarkan dengan pena. Ini sudah berbicara tentang ilmu modern”, katanya.

FB IMG 16044024526055541 1024x1012 - Inilah Kunci Sukses Rasulullah SAW, Menurut Prof. Fahmi Al Amruzi
Professor Fahmi Al Amruzi, salah satu intelektual yang lahir dari Ponpes Darussalam Martapura.

Menjelaskan hadits ’Menuntut ilmu adalah kefardhuan setiap muslim’ alumnus Pondok Pesantren Darussalam ini mengatakan, selama seseorang mengaku dirinya muslim, maka ia akan terus menerus menuntut ilmu. Karena hal itu adalah kefardhuan bagi setiap muslim.

“Siapapun, bila ia muslim, wajib belajar”, tegasnya.

Kewajiban belajar ini tidak ada batasnya. Setiap muslim wajib menuntut ilmu sepanjang hayatnya.

 “Hadits Nabi, Menuntut ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat. Jangan mentang-mentang sudah jadi guru lantas berhenti menuntut ilmu”, terangnya.

Menurut Prof Fahmi, bila mengamalkan kunci sukses Rasulullah ini, umat Islam harusnya terdepan di semua bidang.

Karena dengan semangat iqra inilah bangsa Arab yang semula bangsa terkebelakang dan jahiliyah, menjadi bangsa yang maju dan berperadaban, hanya dalam masa 23 tahun. Sayangnya umat Islam meninggalkan ajaran ini.

“Pertanyaannya, adakah negara yang dibangun hanya dalam masa 23 tahun sukses seperti Nabi? Tidak ada”, tegas Mustasyar PCNU Kabupaten Banjar ini.

Sementara, acara peringatan maulid Nabi Muhammad SAW PCNU Kabupaten Banjar tersebut dihadiri para Mustasyar, jajaran Syuriah, Tanfidziah, para pengurus banom dan lembaga di tubuh PCNU.

Baca Juga: Kemas Peringatan Maulid dengan Nuansa Berbeda, PCNU Kabupaten Banjar Gelar Halaqoh Ilmiah.

Editor: Shakira.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *