Ceramah Maulid di Unukase, Khairullah Zain Sampaikan Ini

Banua.co, GAMBUT – Memberikan ceramah maulid pada Peringatan Maulid Nabi di Unukase, Khairullah Zain menyampaikan kontekstualisasi sunnah Nabi untuk generasi milenial.

Peringatan Maulid Nabi yang dilaksanakan Unit Kegiatan Mahasiswa Keagamaan (UKM) Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (Unukase) digelar pada Kamis (5/11) kemaren.

Dalam ceramah maulid, Khairullah Zain mengungkapkan, diantara kontekstualisasi sunnah nabi adalah bahwa para mahasiswa/i harus belajar kepemimpinan sejak dini. Karena seorang nabi saja belajar tentang kepemimpinan sebelum diangkat menjadi Rasul.

Hal ini diutarakannya berlandaskan hadits shahih riwayat Imam Muslim, bahwa semua rasul di masa mudanya menggembala kambing.

“Dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda, Allah tidak mengutus seorang nabi pun kecuali dia pernah menggembala kambing. Seorang sahabat bertanya, apakah anda juga? Nabi menjawab, iya”, kata penceramah yang juga dikenal dengan sebutan Abu Zein Fardany ini.

Mengutip penjelasan hadits tersebut dari kitab Fathul Bari, hikmah menggembala ini adalah agar para nabi belajar tentang ilmu kepemimpinan.

“Menggembala beda dengan sekedar memelihara. Kalau memelihara bisa saja kambingnya berada dalam kandang. Cukup diberi makan dan minum. Tapi menggembala adalah memimpin kambing-kambing di sebuah padang. Harus punya strategi”, jelas Wakil Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Banjar ini.

Sebagai sunnah fi’liyyah, maka menurut Ustadz Khairullah memaknainya harus dibawa pada konteks hari ini. Karena kondisi sosial di jaman dahulu beda dengan sekarang. Harus ada kontekstualisasi sunnah nabi sesuai yang dibutuhkan hari ini.

“Saya tidak meminta kalian menjadi penggembala. Tapi konteks hadits adalah belajarlah ilmu kepemimpinan. Kontekstualisasi hari ini adalah dengan ikut berorganisasi”, katanya.

“Masuklah ke IPNU, IPPNU ataupun PMII. Nanti setelah tiba masanya, sesuai usia, masuklah di Ansor atau Fatayat. Setelahnya nanti ikut NU atau Muslimat”, sarannya.

Ikut berorganisasi menurutnya adalah sunnah rasul, yaitu sesuai konteks sunnah fi’liyyah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW.

Founder Komunitas Aktivis Muda Nahdliyyin Banua (AMANNA COMMUNITY) ini juga menekankan para mahasiswa/i untuk rajin membaca dan belajar. Hal ini katanya sesuai dengan spirit Islam. Ayat pertama yang diturunkan adalah perintah membaca. Kewajiban setiap muslim adalah senantiasa menuntut ilmu. Dengan membaca dan senantiasa menuntut ilmu inilah umat Islam bisa maju.

“Setiap bulan, ada berapa judul buku yang kalian baca? Mari perbanyak membaca dan kemudian diskusikan bersama teman-teman”, ajaknya kepada para mahasiswa yang menyimak ceramah maulid.

Bertempat di Masjid Kampus KH Abdul Qodir Hasan, peringatan maulid bertema “Meneladani Sikap Kepemimpinan Rasulullah SAW Sebagai Spirit Bagi Generasi Milenial” dihadiri Rektor Unukase, Gerilyansyah Basrindu, jajaran pengurus serta para mahasiswa/i.

Baca Juga: Sebut PMII Anak NU, Khairullah Zain: Jangan Durhaka.

Baca Juga: Beri Tausiah Maulid Akbar PBNU, Ini Terjemah Nasehat Habib Umar Bin Hafidz.

Reporter: Anwar.

Editor: Shakira.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *