Kadinkes Banjar Tanggapi Dibukanya Makam Datuk Kalampayan

Banua.co, MARTAPURA – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar (Kadinkes Banjar) menanggapi informasi yang beredar tentang dibukanya kembali makam Datuk Kalampayan untuk para peziarah.

Dihubungi banua.co via Watshapp, Selasa (17/11), Kadinkes Banjar dr Diauddin Badruddin mengakui pihaknya belum menerima informasi resmi terkait dibukanya makam Datuk Kalampayan untuk peziarah.

“Sebetulnya Dinkes belum mendapatkan informasi resmi tentang pembukaan kubah Datu”, tutur dokter yang juga salah satu zuriat Datuk Kalampayan ini.

Kendati demikian, putra KH Badruddin ini mengharapkan agar protokol kesehatan benar-benar dijalankan.

“Kalau memang benar-benar buka, di harapkan protokol kesehatan benar-benar dilaksanakan. Jangan hanya sekedar himbauan atau tulisan saja”, harapnya.

dokter dia.foto istimewaa - Kadinkes Banjar Tanggapi Dibukanya Makam Datuk Kalampayan
Kadinkes Kabupaten Banjar, dr Diauddin Badruddin.

Dokter Dia beralasan karena peziarah yang datang ke Kalampayan tidak terbatas dari Kabupaten Banjar saja, tapi juga dari berbagai daerah yang kita tidak tahu riwayat penularan Covid-19 di sana.

“Karena yang hadir di sana dari berbagai macam daerah, yang kita tidak tahu riwayatnya”, katanya.

Menurutnya, saat ini penularan Covid-19 di Kabupaten Banjar sudah menurun. Jangan sampai gegara orang luar berdatangan akan meningkat lagi dan malah merugikan masyarakat Kabupaten Banjar.

“Jangan sampai kondisi Kabupaten Banjar yang sudah relatif menurun kasusnya, karena banyak dari luar daerah datang dan tidak mengindahkan protokol kesehatan, akan menyebabkan kenaikan kasus lagi dan merugikan bagi masyarakat, khususnya masyarakat kabupaten Banjar”, pungkasnya.

Sementara, sebagaimana dikabarkan banua.co, makam Datuk Kalampayan atau Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari resmi dibuka sejak Minggu (15/11) kemaren. Setelah sebelumnya makam sempat ditutup beberapa bulan.

Terhitung sejak bulan Maret silam, yaitu pasca kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar dengan Yayasan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari pada Kamis (26/3), makam ditutup untuk peziarah.

“Saat ini kita mencoba membuka kembali kubah Datuk kampayan dengan mengacu protokol kesehatan,” ujar Ketua Yayasan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, KH Dr Muhammad Husein.

Baca Juga: Makam Datuk Kalampayan Dibuka Kembali, Ini Alasan Yayasan.

Dibukanya makam Datuk Kalampayan untuk para peziarah ini adalah kabar gembira bagi umat Islam Aswaja. Karena menziarahi makam para wali Allah adalah bagian dari tradisi Ahlussunnah Waljama’ah.

Baca Juga: Wadah Ini Saksi Sejarah Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Menulis.

Baca Juga: Hukum Pidana Islam dalam Sejarah Islam Banjar.

Editor: Shakira.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *