Abah Guru Khalil: Lulus Darussalam Bukan Berarti Tamat Belajar

Banua.co, MARTAPURA – Abah Guru Khalil, sapaan akrab KH Khalilurrahman, ingatkan santri dan alumni bahwa lulus Darussalam bukan berarti tamat belajar.

Hal ini disampaikannya selaku Bupati Banjar ketika memberi sambutan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan Pondok Pesantren Darussalam Martapura, Kamis (19/11).

“Kalaupun kalian sudah tamat belajar di Darussalam, bukan berarti tamat sekolah, bukan berarti tamat belajar. Tetapi teruslah belajar, teruslah belajar”, nasehatnya.

Hal ini menurut Kiai yang pernah menjadi pimpinan pondok pesantren Darussalam ini, karena Nabi memerintahkan agar menuntut ilmu dari buaian hingga liang lahat.

“Jadi kada ada urusan tamat, orang mengaji ilmu agama ini”, ujarnya.

Putra KH Salim Ma’ruf ini menceritakan bahwa dirinya setelah lulus Darussalam ingin kuliah ke Mesir namun terkendala biaya, karena beasiswa yang diharapkan tidak turun juga. Namun itu tidak membuatnya berputus asa dari menuntut ilmu.

Akhirnya, Kiai yang juga salah satu Rais Syuriah PBNU ini memutuskan untuk memperdalam ilmu agama kepada ayahnya KH Salim Ma’ruf dan kepada pimpinan Darussalam kala itu, KH Sya’rani ‘Arif yang kelak menjadi mertuanya.

Baca Juga: Pesantren Darussalam, Kantor NU Pertama di Kalimantan.

Abah Guru Khalil juga mengambarkan susahnya menuntut ilmu jaman dahulu, di mana kitab-kitab agama masih barang langka.

“Mengaji kepada abahku, kitabnya dipakai sidin. Dulu kitab larang. Wahini kitab murah sudah (Belajar kepada ayahku, kitabnya bergantian dengan beliau. Karena dahulu kitab masih mahal, tidak seperti saat ini harga kitab murah)”, ungkapnya.

Kiai yang pernah menjadi wakil rakyat di DPR RI ini juga mengingatkan agar kita jangan keluar dari kategori yang diperintahkan Nabi.

“Jadilah kamu orang ‘alim, kalau tidak bisa jadilah penuntut ilmu. Kalau tidak bisa jadilah pendengar ilmu. Kalau tidak bisa jadilah orang yang mencintai orang yang berilmu. Jangan menjadi yang kelima, karena akan celaka”, katanya.

Sementara, pondok pesantren yang ditajdid oleh Syekh Kasyful Anwar ini mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus pengijazahan hadits musalsal pengikat persaudaraan dan hadits menghitung sholawat dengan 5 jari.

Baca Juga: Nasehat Tuan Guru Kasyful Anwar, Jangan Berguru Kepada Orang yang Suka Mencela.

Pengijazahan hadits musalsal diberikan oleh salah seorang ulama kharismatik yang memimpin Pesantren Tahfizul Qur’an wa Ulumih Darussalam, yaitu KH Wildan Salman. Sedangkan taushiah maulid langsung diberikan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam, KH Hasanuddin Badruddin.

Baca Juga: Pimpinan Pesantren Darussalam: Jangan Remehkan Santri.

Sebagaimana dikabarkan banua.co, selain di Pondok Pesantren Darussalam, acara ini juga disimak online secara berjamaah di 48 lokasi yang tersebar di 13 Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan.

Editor: Shakira.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *