Kenapa Menjelang Maghrib Anak Kecil Pamali Keluar Rumah?

Banua.co – Kenapa menjelang Maghrib anak kecil pamali keluar rumah? Mungkin ada yang penasaran dengan tradisi warisan ini.

Jaman dahulu kita tidak asing mendengar kata pamali dari para orang tua. Misalnya mereka mewanti-wanti, menjelang Maghrib anak kecil pamali keluar rumah.

Namun, sesudah sholat Isya anak-anak diperbolehkan keluar rumah, apalagi bila bulan purnama.

Mereka biasanya menakut-nakuti anak-anak dengan mengatakan waktu Maghrib ini setan berkeliaran.

Baca Juga: Bagaimana Menghitung Waktu Akhirat?

Ternyata pamali keluar rumah menjelang Maghrib ini bukan lantaran mereka percaya takhayul. Tapi memang ada dasar dan rujukannya dalam ajaran Islam.

Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan Imam Ahmad dan al-Hakim, dari Jabir bin Abdullah Ra, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

احبسوا صبيانكم حتى تذهب فوعة العشاء، فإنها ساعة تخترق فيها الشياطين

“Tahanlah anak-anak kalian hingga lenyap awal Isya. Karena ketika itu waktunya setan-setan bertebaran”

Dalam kitab Faidh al-Qodir, yaitu syarh kitab hadits Jami’ as-Shagir, Imam al-Manawi menjelaskan bahwa maksud menahan di sini adalah mencegah dari keluar rumah. Al-Manawi mengatakan:

فإن أول الليل محل تصرفهم وحركتهم في أول انتشارهم أشد اضطرابا

“Awal malam adalah perubahan posisi setan. Gerakan mereka di awal penyebaran lebih dahsyat huru-haranya”

Menurut Ibn Jauzi, sebagaimana dikutip al-Manawi:

إنما خيف على الصبيان منهم تلك الساعة لأن النجاسة التي تلوذ بها الشياطين موجودة فيهم غالبا والذكر الذي يحترس به منهم مفقود من الصبيان غالبا

“Anak kecil dikhawatirkan di waktu (pergantian siang ke malam) tersebut adalah karena najis-najis (maknawi) biasanya ada pada setan. Sedangkan dzikir-dzikir yang mampu membentengi dari setan biasanya tidak ada pada anak-anak”.

Baca Juga: Ternyata Begini Iblis dan Jin Berkembang Biak.

Adapun kenapa setan dan jin biasanya suka warna hitam dan tempat gelap, maka Ibn jauzi menjelaskan:

والسواد أجمع للقسوة الشيطانية من غيره والجن تكره النور وتتشاءم به وإن كانت خلقت من نار وهي ضياء لكن الله تعالى أظلم قلوبها وخلق الآدمي من طين ونور قلبه فهو محب للنور بالطبع

“Hitam lebih memaksimalkan kebengisan setan dari selainnya. Adapun Jin, ia membenci cahaya dan pesimis dengannya, meski ia diciptakan dari api yang terang, tetapi Allah Ta’ala telah menggelapkan hatinya. Sementara, meski Allah menciptakan manusia dari tanah tapi Dia memberi cahaya pada hatinya. Karenanya, tabiat manusia menyukai cahaya.”

Sebenarnya, bukan hanya anak kecil saja yang dianjurkan untuk ditahan, ternak pun demikian. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim:

لَا تُرْسِلُوا فَوَاشِيَكُمْ – أي كل ما ينتشر من ماشية وغيرها – وَصِبْيَانَكُمْ إِذَا غَابَتْ الشَّمْسُ حَتَّى تَذْهَبَ فَحْمَةُ الْعِشَاءِ ، فَإِنَّ الشَّيَاطِينَ تَنْبَعِثُ إِذَا غَابَتْ الشَّمْسُ حَتَّى تَذْهَبَ فَحْمَةُ الْعِشَاءِ

“Jangan lepas hewan ternak kalian dan anak-anak kalian apabila matahari terbenam hingga berlalunya awal waktu Isya. Karena setan bertebaran jika matahari terbenam hingga berlalunya awal waktu Isya.”

Penulis: Khairullah Zain.

Editor: Shakira.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *