Seandainya Semua Manusia Beriman, Niscaya Dunia Hancur!

Banua.co – Menurut Imam Al-Haddad (1044 – 1132 H), seandainya semua manusia beriman, niscaya dunia hancur.

Hal ini beliau ungkapkan dalam kitabnya yang diberi judul “al-Fushul al-‘Ilmiyyah wa al-Ushul al-Hukmiyyah” (Kelas-kelas Ilmiah dan Pokok-pokok Hukum).

Screenshot 20201121 012402 1 699x1024 - Seandainya Semua Manusia Beriman, Niscaya Dunia Hancur!

Pada pasal kedua kitab tersebut, Imam Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad menuliskan:

لو اجتمع الناس على التحقق بالحقائق الإيمانية والعقلية لأقبلوا على الآخرة إقبالا صادقا كليا، ولأعرضوا عن الدنيا إعراضا تاما، ولم يدخلوا في شيء من أسبابها إلا عند الضرورة بقدر الضرورة، ولكان ذلك يدعو إلى خراب الدنيا وعدم استقامة شيء من أمورها

“Seandainya semua manusia bersepakat merealisasikan hakikat iman dan akal, niscaya mereka hanya akan menghadap akhirat secara total. Mereka pasti akan berpaling dari dunia secara purna. Mereka tidak akan memasuki sesuatu pun dari sebab-sebab/usaha dunia kecuali ketika darurat dan sekedar darurat. Dan yang demikian itu meniscayakan hancurnya dunia dan tidak ada satupun perkara dunia yang teguh”.

Karena itulah, menurut Imam Al-Haddad Allah SWT menjadikan kebanyakan manusia berpaling dari keimanan dan dari akhirat.

وحيث سبقت المشيئة الإلهية والإرادة الأزلية، بعمارة الدنيا إلى أجل مسمى، وهو الوقت الذي يريد الله سبحانه وتعالى فيه خرابها وإعدامها فلما كان الأمر كذلك اقتضت الحكمة البالغة غفلة أكثر الناس عن حقائق الأمور، وإعراضهم عنها، حتى اقتضاهم ذلك وقادهم إلى عمارة الدنيا، والإقبال عليها، والجمع لحطامها، والإعراض عن الآخرة، والغفلة عنها،

“Dan karena kehendak Ilahiah yang telah ditetapkanNya sejak jaman azali, untuk memakmurkan dunia hingga waktu yang ditentukanNya, yaitu waktu yang Allah menghendaki ketika itu dunia hancur dan lenyap. Maka manakala seperti itulah keputusanNya, kebijaksanaan yang luar biasa pun membawa manusia melupakan hakikat perkara dan berpaling darinya. Memandu mereka memakmurkan dunia, mengumpulkan rongsokannya, berpaling dan melupakan akhirat”.

Imam Al-Haddad mengungkapkan bahwa statementnya ini berpegang pada hadits:

وفي الحديث ما ينبه على ما ذكرناه. إذ ورد عنه صلى الله عليه وسلم :  الدنيا دار من لا دار له. ومال من لا مال له ولها يجمع من لا عقل له .

“Dalam hadits ada yang memperingatkan tentang apa yang telah aku sebutkan itu, yaitu riwayat bahwa Rasulullah SAW mengatakan: Dunia adalah rumah orang yang tidak punya rumah (di akhirat), harta orang yang tidak punya harta (di akhirat), dan yang mengumpulkannya adalah orang yang tidak punya akal”.

Beliau juga mengutip kalam seorang sufi, imam para tabi’in:

وقال الحسن البصري رحمه الله تعالى : لولا الحمقى لما عمرت الدنيا

“Imam Al-Hasan al-Bashri rahimahullah mengatakan: Seandainya tidak karena orang bodoh, tidaklah makmur dunia”.

images 2020 11 21T012523.813 1 - Seandainya Semua Manusia Beriman, Niscaya Dunia Hancur!
Makam Imam Abdullah bin Alawi Al-Haddad, Zanbal Tarim.

Apa yang dikemukakan Imam Al-Haddad ini, bahwa seandainya semua manusia beriman niscaya dunia hancur, menyadarkan kita bahwa apapun yang ditentukan oleh Allah pasti ada hikmahnya dan pasti untuk kebaikan hamba-hambaNya.

Baca Juga: Cara Ganjil Imam Al-Haddad Memperpanjang Umur Muridnya.

Karenanya, meski kita disuruh berdakwah mengajak manusia pada keimanan dan mengingatkan tentang kehidupan akhirat, tidak layak kita mencela orang-orang yang melupakan akhirat dan hanya sibuk dengan dunia.

Biar bagaimanapun, mereka berjasa pada kehidupan dunia ini. Dengan adanya mereka diciptakan Allah, dunia ini menjadi makmur dan kita mendapatkan fasilitas untuk beribadah.

Bahkan, barangkali saya bisa menulis ini dan anda membacanya, karena adanya orang-orang yang tidak beriman, tidak peduli akhirat, hanya memikirkan dunia dan berupaya menciptakan teknologi untuk kemakmurannya.

Barangkali, seandainya semua manusia beriman dan hanya memikirkan akhirat saja, kita tidak mengenal smartphone dan tidak bisa internetan.

Jadi, apa kita harus mencela ataukah berterimakasih kepada orang-orang yang tidak beriman tersebut? Wallahu A’lam.

Baca Juga: Mengenal Leluhur Al-‘Ayderus.

Penulis: Khairullah Zain.

Editor: Shakira.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *