Sejarah Berdirinya NU Cabang Alabio

Banua.co – Kepengurusan NU Cabang Alabio tergolong unik. Walaupun posisinya di kecamatan, kepengurusan NU Alabio bukan MWC (Majlis Wakil Cabang) namun PC (Pengurus Cabang). Sehingga meski berada di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara, kepengurusannya tidak berada di bawah hirarki PCNU HSU.

Sejarah berdirinya NU Cabang Alabio tidak terlepas dari adanya gesekan yang disebabkan perbedaan pendapat (khilafiyah) warga Alabio terkait hukum fikih. Hal ini kemudian memicu beberapa tokoh di Alabio untuk membuat satu wadah sebagai tempat untuk menyatukan mereka dan bernaung di bawahnya.

Dalam sebuah pertemuan para tokoh masyarakat, hadir diantaranya Haji Leman atau Haji Iman, seorang pejabat pembakal Galagah/Sungai Tabukan, Haji Basthami, tokoh masyarakat, dan seorang Haji Birhasani seorang tokoh pemuda.

Menanggapi keinginan untuk membentuk sebuah perkumpulan, Haji Birhasani menceritakan kepada peserta pertemuan, tentang adanya organisasi yang bernama Jam’iyyah Nahdlatoel ‘Oelama (NO). Akhirnya disepakatilah perkumpulan mereka akan menginduk kepada NO.

Tindak lanjut dari kesepakatan dalam pertemuan, mereka mengutus empat orang untuk menghadap konsulat NO di Barabai, yaitu Tuan Guru Haji Masri, Haji Basthami, Haji Birhasani dan Haji Kadri Tarmum.

Konsulat NO di Barabai dengan senang hati menerima keinginan warga Alabio membentuk perkumpulan yang menginduk kepada NO. Akhirnya dijadwalkan peresmian pembentukan NO Alabio.

Pada tanggal 27 Oktober 1938, pertemuan yang lebih besar diadakan oleh NO di Galagah (Sungai Tabukan) Alabio. Ketika itu disampaikan pengenalan ke-NU-an. Peserta pertemuan menerima penjelasan tentang latar belakang kelahiran, asas, tujuan, dan AD/ART organisasi kaum Ahlussunnah Wal Jama’ah ini.

Kendati demikian, sebagai sebuah organisasi tentunya NO di Alabio perlu kepengurusan resmi. Karena pengurus inilah kelak yang akan bertanggung jawab menjalankan roda organisasi di wilayah Kewedanan Alabio. Akhirnya, pada tanggal 4 Oktober 1938 dibentuklah kepengurusan resmi Jam’iyyah Nahdlatoel ‘Oelama Cabang Alabio.

Berikut hasil pemilihan kepengurusan pertama NU Cabang Alabio:

Algemen Syuriyah: Rais Tuan Guru Haji Mukri, Katib Haji Birhasani. Algemen Tanfidziyah: Mustasyar Pembakal Haji Leman, Ketua Haji Kadri Tarmum, Sekretaris Muhammad Hanafiah, Bendahara Haji Basthami. Algemen Ansor: Komisaris Cabang Haji Birhasani, Sekretaris Muhammad Dedi Afandi.

Untuk mendapatkan Syahadah (SK), kepengurusan ini kemudian disampaikan ke Hoofdbestuur Nahdlatoel ‘Oelama di Surabaya dengan rekomendasi dari Konsulat Borneo. Pada bulan April 1939 kepengurusan Nahdlatoel ‘Oelama Cabang Alabio menerima Syahadah (SK) dari Hoofdbestuur Nahdlatoel ‘Oelama yang tertanggal 11 Maret 1939 dengan nomer cabang 102.

Ketika kelak di Kabupaten Hulu Sunagi Utara cabang NU berdiri, status kepengurusan NU Alabio tetap dipertahankan sebagai pengurus cabang.

FB IMG 1606356797863 1 - Sejarah Berdirinya NU Cabang Alabio
Peringatan Maulid Nabi Tahun 2019 di Gedung NU Alabio, Menghadirkan Tokoh Muda NU Banua, Khairullah Zain.

Namun, meski posisinya di kecamatan, hingga saat ini NU Cabang Alabio termasuk salah satu cabang yang aktif melakukan kegiatan-kegiatan ke-NU-an.

Baca Juga: Mengapa Saya Memilih NU.

Editor: Shakira.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *