Peringati Hari Lahir, Kopri PMII IAI Darussalam Gelar Sekolah Islam Gender

Banua.co, MARTAPURA – Kopri Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) IAI Darussalam menggelar Sekolah Islam Gender (SIG) dalam rangka memperingati hari lahir PMII yang ke-53 tahun.

Sekolah yang nantinya berlangsung selama tiga hari itu dimulai dari Jum’at  (27/11).

Kegiatan diawali dengan peringatan hari lahir Kopri PMII yang ke-53 di Gedung Islamic Centre KH Muhammad Djazuli Seman. kemudian, pada Sabtu dan Minggu dilanjutkan di Taman Kanak-kanak Intan Lestari.

“Tujuan yang pertama, membentuk pola pikir kader PMII maupun Kopri tentang gender equality atau kesetaraan gender,” ucap Ketua Cabang Korpi PMII Martapura Nurbaity.

Kedua, sambungnya, membentuk mental kader terutama kader Kopri Martapura agar berani mengemukakan pendapat. Berani memperjuangkan hak sebagai manusia tanpa dibedakan. Dan, memahami bagaimana regulasi Islam mengatur tentang gender.

Kegiatan yang sudah berlangsung untuk ketiga kalinya ini merupakan agenda rutin Kopri PMII Martapura. Hal ini dikarenakan manfaat yang memang telah dirasakan guna menunjang pondasi perempuan terkait kesetaraan gender.

Manfaat yang dirasakan pasca SIG ini adalah kader-kader Kopri Martapura jadi lebih percaya diri untuk speak up, karena sudah punya basic pola pikir yang baik dalam bertindak sesuai kesetaraan gender yang sesuai ajaran agama Islam.

“Seperti yang saya pribadi rasakan, dengan banyaknya ilmu yang dibekali di SIG ini, jadi setiap tindakan yang bersifat kesetaraan gender saya sudah punya pondasi,” tambahnya.

Baca juga: Didaulat Jadi Pemateri PKD PMII, Kadispora Banjar: Pemuda Harus Jeli Lihat Peluang

Ayu Norhaida, peserta kegiatan ini mengaku memilih ikut agar menambah pengetahuan tentang gender.

“Untuk menambah pengalaman, pengetahuan serta wawasan ilmu keorganisasian,” ujarnya ketika ditanya banua.co.

Selain itu, kata dia, kegiatan tersebut sekaligus pembukaan Sekolah Islam Gender (SIG).

“Ya, menambah pengetahuan tentang kesetaraan gender,” ungkap mahasiswi IAI Darussalam semester satu ini.

Norhaida berharap, semoga dengan mengikuti kegiatan ini, dia dapat menjadi perempuan hebat.

“Harapan saya semoga setelah mengikuti sekolah ini, bisa menjadi perempuan yang hebat. Perempuan cerdas. Dan, perempuan berbudaya dengan landasan Islam dalam setiap tindakan,” pungkasnya

Kegiatan ini diikuti sebanyak 20 peserta dengan mematuhi protokol kesehatan.

Pemateri yang dihadirkan di antaranya, Muhammad Sauqi (Gender Prespektif Al-Qur’an dan Hadits), Amirudin (Hukum Islam di Indonesia), Hj. Yulianti (Fiqh Prespektif Perempuan), Syarifah Zahra (Identifikasi Masalah), Nuriatul Umi (Ke-Kekoprian), dan Muhammad Ramli Jauhari (Konsep Dasar Islam).

Reporter: Ahmad Sanusi

Editor: Ibnu Syaifuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *