Gus Yaqut: Tokoh Masyarakat Jadilah Contoh Yang Baik, Jangan Seperti di Petamburan

Banua.co, JAKARTA – Yaqut Cholil Qoumas atas lebih dikenal dengan Gus Yaqut menyerukan kepada tokoh masyarakat agar menjadi contoh yang baik dan memberikan teladan dalam hal menjaga kesehatan masyarakat.

Hal ini disampaikan Gus Yaqut dalam Apel Kebangsaan Ansor Banser yang digelar secara virtual, Minggu (29/11).

“Saya ingin menyerukan kepada tokoh-tokoh masyarakat. Sebagai tokoh masyarakat, sebagai panutan di dalam masyarakat, kita menyerukan agar tokoh-tokoh masyarakat ini mampu memberikan contoh, mampu memberikan teladan kepada masyarakat”, seru Ketua Umum PP GP Ansor ini.

Meskipun acara pertemuan yang digelar adalah acara yang baik dan bersifat keagamaan, namun jangan sampai mengorbankan kesehatan masyarakat. Karena menurutnya, kesehatan masyarakat juga harus menjadi perhatian.

“Kita memahami jika ada keinginan baik, misalnya menyelenggarakan maulid Nabi, boleh, silakan itu baik-baik saja. Tetapi saya ingatkan supaya keselamatan masyarakat, kesehatan masyarakat juga harus dijadikan perhatian”, tutur putra KH Muhammad Cholil Bisri ini..

Menurut Gus Yaqut, jangan karena merayakan maulid atau hari lahir Nabi junjungan kita, kemudian kita menafikan keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Gus Yaqut menyesalkan kejadian kumpul massa di Petamburan yang melahirkan kluster baru Covid-19.

“Kita minta kepada tokoh-tokoh masyarakat untuk menjadi contoh, untuk menjadi teladan. Jangan ada kumpul-kumpul seperti yang di Petamburan tempo hari. Sehingga banyak warga yang sekarang terdampak, terkena Covid-19”, katanya.

Kumpul massa yang terjadi saat acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berbetulan dengan pernikahan puteri Habib Rizeiq Syihab, menurut Gus Yaqut menunjukkan para tokoh di sana tidak peduli dengan kesehatan masyarakat.

“Itu menunjukkan bahwa tokoh-tokoh di sana tidak perduli dengan keselamatan masyarakatnya”, katanya.

Gus Yaqut tidak menginginkan kumpul massa semacam itu terulang kembali, walaupun mengatasnamakan acara keagamaan.

“Kita tidak ingin kejadian itu terulang kembali. Cukup Petamburan itu pertama dan terakhir. Tidak ada lagi pertemuan-pertemuan yang mengatasnamakan apapun. Hatta, atas nama merayakan hari besar keagamaan. Itu membawa resiko untuk masyarakat”, tegasnya.

Sementara, Apel Kebangsaan Ansor Banser yang bertajuk ‘Tiada Gentar Dada Ke Muka, Bela Agama, Bangsa, Negeri’ digelar secara virtual pada hari ini, Minggu (29/11).

Apel Kebangsaan Ansor Banser Secara Virtual

Acara virtual ini selain diikuti para kader Ansor Banser di berbagai wilayah dalam negeri, seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi, juga diikuti para kader yang di luar negeri. Turut bergabung pada acara ini kader Ansor yang di Malaysia, Taiwan, hingga Mesir.

Baca Juga: Kasatkorwil Banser Kalsel: Kita Tegas Menolak Kelompok yang Ingin Memecah Belah.

Editor: Shakira.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *