Meneladani Kiai Said Aqil Siradj, Jujur Mengakui Positif Corona

Banua.co – Kemaren, Kaum Nahdliyyin dikejutkan dengan adanya kabar Kiai Said Aqil Siradj positif terjangkit virus Corona. Kabar ini berasal dari video sekretaris pribadi Kiai Said, M Sofwan Erce, yang disebarkan melalui media sosial.

Menurut Sofwan, ia menerima arahan dari Kiai Said Aqil Siradj untuk mengabarkan ke khalayak, sekaligus memohon do’a dari warga NU, khususnya para masyayikh, untuk kesembuhan dan kekuatan beliau dalam menjalani masa penyembuhan.

Sebelumnya, publik telah dihebohkan dengan seseorang yang dielu-elukan sebagai seorang imam besar yang merahasiakan kondisi kesehatannya. Pasca melakukan kontak dengan banyak orang yang kemudian diketahui mereka positif terjangkit Corona, sang ‘Imam’ diminta untuk melakukan tes swab, namun menolak.

Walau kemudian dikabarkan beliau dirawat di sebuah rumah sakit dan melakukan tes swab, namun hasilnya dirahasiakan kepada publik, bahkan kepada pihak yang terkait dan berkepentingan dalam penanganan virus Corona.

Memang benar, seseorang punya hak untuk merahasiakan kondisi kesehatan ataupun hasil medis pemeriksaan kesehatannya. Namun dalam ranah penyakit menular alias wabah penyakit, dunia kesehatan memiliki undang-undang tersendiri. Sebab, bila dirahasiakan bukan mustahil akan membuat orang lain tertular.

Dua kasus diatas menarik untuk kita cermati dan menjadi bahan renungan. Ada yang akomodatif terhadap aturan yang berlaku, rendah hati meminta do’a. Ada pula yang bersikeras tidak mau mengikuti aturan yang ada, malah ‘lari’ dari Satgas yang ingin mengetahui kepastiannya.

Siapapun, sebagai seorang tokoh masyarakat, idealnya memang harus memberikan contoh yang baik. Berupaya menjadi ‘uswatun hasanah’ bagi lingkungan dan terutama bagi orang-orang yang mengaguminya.

Kiai Said Aqil Siradj berada di ranah ini. Beliau memberikan contoh yang baik, menunjukkan keteladanan yang ‘hasanah’.

Siapapun, sebagai seorang tokoh masyakarat, apalagi diakui sebagai ikutan alias imam, bila berbuat tidak baik akan mempengaruhi para pengikutnya. Kelak mereka akan mengikuti perilaku, sikap, dan apapun tentangnya.

Tokoh nomer dua berada di ranah ini. Ia mencontohkan bagaimana berperilaku yang tidak sesuai dengan aturan yang seharusnya. Bukan mustahil ini akan diikuti oleh para pengagum dan pengikutnya.

Menurut anda?

Penulis: Khairullah Zain.

Editor: Shakira.

Baca Juga: Wafatnya Rasulullah SAW dan Perkataan Abu Bakr yang Menenangkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *