Jelang Pilkada, PMII Kabupaten Banjar Beri Ultimatum

Banua.co, MARTAPURA – Jelang Pilkada yang hanya tinggal menghitung hari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Banjar beri ultimatum.

Hal ini merupakan langkah organisasi mahasiswa ini dalam menunjang Pilkada yang Luber (Langsung, Umum, Bebas, Adil) dan Jurdil (Jujur, Adil). Serta menjadi salah satu upaya mereka dalam mencegah pelanggaran pemilihan kepala daerah tersebut.

Sebagaimana yang disampaikan oleh pihak PMII Kabupaten Banjar melalui Sekretaris Cabang Ahmad Naufal kepada tim banua.co.

“Mengenai politik uang, kami dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ada beberapa rencana. Pertama, kami menginginkan konsolidasi dengan rancangan kegiatan untuk menghindari politik uang, yang biasanya merebak ketika Pilkada akan dilaksanakan,” jelas mahasiswa IAI Darussalam ini.

“Jadi, PMII menginginkan demokrasi yang terbentuk di Kabupaten Banjar ini murni memang dari hasil rakyat, serta pengelolaan yang positif dari para pasangan calon (paslon), bukan dari hasil politik uang.” sambungnya.

“PMII Cabang berpendapat, kami dengan tegas menolak politik uang. Sebab kami dari PMII tidak ingin ada terjadi penyalahgunaan wewenang, pun juga penyalahgunaan akan segala hal yang berkaitan dengan Pilkada ini. Apalagi setelah terpilih menjadi kepala daerah nanti,” paparnya menegaskan.

IMG 20201203 WA0000 852x1024 - Jelang Pilkada, PMII Kabupaten Banjar Beri Ultimatum
Sekretaris PC PMII Kabupaten Banjar, Ahmad Naufal

Sebagai organisasi mahasiswa yang memiliki basis hingga tingkat pusat, PMII juga mengingatkan kerugian-kerugian akibat politik uang yang dilakukan oleh para pelaku tindak tersebut.

“Politik uang tentu memiliki dampak yang sangat besar, tidak hanya untuk masyarakat sebagai pemilih. Hal ini tentu merupakan hal tabu yang seharusnya tak dilakukan oleh seluruh pasangan calon, karena mengingat bahwa hal ini sangatlah tidak baik. Entah secara norma sosial, maupum secara norma agama.” ungkapnya kembali.

Naufal mengingatkan hal-hal lain dari akibat politik uang yang juga berdampak untuk masyarakat.

“Akibatnya masyarakat akan merasa bodoh dan dibodohi. Karena, tindakan mereka yang memberikan sejumlah uang kepada masyarakat seolah-olah memberikan kesan seperti gembala ditangan pengembala. Ini tentu memiliki akibat moral yang sangat bahaya, terlebih untuk pendewasaan demokrasi kita.” pungkasnya.

Baca Juga: Gelar Yasinan dan Tahlil di DPRD, Ini Tujuan PMII Kabupaten Banjar.

Reporter: Sanusi.

Editor: Yolanda.

One thought on “Jelang Pilkada, PMII Kabupaten Banjar Beri Ultimatum

  • 3 Desember 2020 pada 12:19
    Permalink

    PMII tolak politik uang… Cakep

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *