Tidak Hanya Berikan Ultimatum, PC PMII Kabupaten Banjar Datangi Kantor Bawaslu

Banua.co, MARTAPURA – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupatan Banjar, Kamis (3/12).

Langkah ini diambil dalam rangka audiensi antara PMII dengan Bawaslu terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Pilkada akan dilaksanakan secara serentak pada 9 Desember nanti.

Langkah ini juga merupakan upaya nyata PMII dalam menunjang Pilkada yang Luber (Langsung, Bebas, Rahasia) dan Jurdil (Jujur dan Adil) serta menjadi salah satu gerakan mereka dalam mencegah pelanggaran Pilkada di Kabupatan Banjar ini.

Ketua Cabang PMII Kabupaten Banjar, Toniansyah mengaku menyampaikan beberapa peringatan kepada pihak Bawaslu.

“Sebagaimana yang disampaikan pihak PMII Martapura kepada Bawaslu, bahwa tetap akan mengampanyekan hingga menjelang hari-H Pilkada. Terkait bahaya politik uang dan politik praktis yang kami takutkan akan marak terjadi di lapangan,” ujarnya.

Sambung Toni, dirinya memang telah merencanakan audiensi ini serta telah meminta sekretarisnya untuk menyiapkan segala sesuatunya.

“Sudah kami sampaikan sebelumnya melalui sekretaris kami, Ahmad Naufal, dan hari ini kami telah mendatangi pihak yang memiliki wewenang untuk pengawasan Pilkada tahun ini. Bahwa akan kami gemborkan kepada masyarakat, jangan sampai terjual suara kita hanya dengan embel-embel sesaat,” jelas Toniansyah kepada banua.co.

Audiensi ini juga merupakan penegasan PMII kepada Bawaslu tentang komitmen mereka dalam mengawal Pemilihan Kepala Daerah yang akan diselenggarakan pada bulan Desember nanti.

Baca Juga: Jelang Pilkada, PMII Kabupaten Banjar Beri Ultimatum

“Tetapi, kami PMII akan selalu mengajak dan menyuarakan kepada seluruh masyarakat demi terbentuknya demokrasi yang benar di Kabupaten Banjar.” sambungnya.

Tak hanya itu, PC PMII melalui Sekteraris Cabang Ahmad Naufal juga mengupayakan semaksimal mungkin untuk menyerukan perihal politik yang bersih dan juga damai.

“PMII Cabang Martapura menyatakan bahwa kami dengan tegas menolak politik uang agar terciptanya politik yang bersih dan damai,” tambah Naufal.

Reporter: Ahmad Sanusi

Editor: Yolanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *