Ternyata Ini Khasiat Air Sisa Wudhu, Jangan Abaikan!

Mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa ternyata ada khasiat air sisa wudhu. Khasiat ini sudah dibuktikan oleh para ulama yang mengamalkannya. Bahkan meminum air sisa wudhu ini termasuk mustahab (dianjurkan) bagi orang yang berwudhu.

Oleh: Khairullah Zain

IMG 20200822 WA0044 1 150x150 - Ternyata Ini Khasiat Air Sisa Wudhu, Jangan Abaikan!Dalam kitab ensiklopedia fikih susunan tim pakar fikih sedunia yang diberi judul Al Mawsu’ah Al Fiqihiyyah Al Kuwaitiyyah (43/378):

نَصَّ الْحَنَفِيَّةُ وَالشَّافِعِيَّةُ عَلَى أَنَّ مِنْ مُسْتَحَبَّاتِ الْوُضُوءِ أَنْ يَشْرَبَ الْمُتَوَضِّئُ عَقِبَ فَرَاغِهِ مِنَ الْوُضُوءِ، مِنَ الْمَاءِ الَّذِي زَادَ فِي الإْنَاءِ ، لِمَا وَرَدَ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَفْعَلُ

“Para ulama madzhab Hanafi dan Syafi’i menyatakan bahwa termasuk dari mustahab wudhu (yang dianjurkan dalam wudhu) adalah seseorang yang berwudhu, setelah selesai dari wudhu, meminum sisa air dalam wadah. (Hal ini) karena adanya riwayat dari Ali radhiyallahu ‘anh bahwa Nabi shalallahu alaihi wa sallam melakukan hal yang demikian”.

Begini Cara Meminum Air Sisa Wudhu

Adapun cara meminum air sisa wudhu yang dianjurkan adalah sambil berdiri, meski boleh andai dilakukan dengan berduduk. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh seorang ulama Madzhab Hanafi, yang terkenal dengan sebutan Al Kamal bin Hammam alias Ibn Hammam (790 H – 861 H), yaitu Muhammad bin Abdul Wahid bin Abdul Hamid Ibn Mas’ud as-Suez.

قَال الْكَمَال : يَشْرَبُ الْمُتَوَضِّئُ فَضْل وُضُوئِهِ ، قَائِمًا مُسْتَقْبِلاً، قِيل : وَإِنْ شَاءَ قَاعِدًا

Al Kamal mengatakan, seseorang yang berwudhu meminum air sisa wudhu dengan berdiri dalam kondisi menghadap kiblat. Dikatakan, bila mau boleh berduduk”.

Kendati boleh dengan duduk, namun berdiri lebih diutamakan supaya sama persis dengan yang dilakukan Sayyidina Ali karramallahu wajhah, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Nasai bahwa Abu Hayyah bercerita:

رَأَيْتُ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ تَوَضَّأَ ثَلَاثًا ثَلَاثًا ثُمَّ قَامَ فَشَرِبَ فَضْلَ وَضُوئِهِ وَقَالَ صَنَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا صَنَعْتُ

“Aku pernah melihat Ali -radhiyallahu ‘anh- berwudlu dengan masing-masing tiga kali. Kemudian berdiri dan meminum air sisa wudhunya. Lalu dia berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alaih wa sallam melakukan seperti yang aku lakukan sekarang”.

Jadi meski sekilas hal ini bertentangan dengan adab minum, yaitu duduk, namun sejatinya tidak. Minum air sisa wudhu dengan berdiri adalah sesuai dengan yang dilakukan oleh Nabi sendiri, sesuai dengan kesaksian Sayyidina Ali. Ini adalah cara khusus yang barangkali -Wallahu A’lam- mengandung rahasia tersendiri.

Setelah minum tersebut kemudian membaca do’a berikut:

اللَّهُمَّ اشْفِنِي بِشِفَائِكَ، وَدَاوِنِي بِدَوَائِكَ، وَاعْصِمْنِي مِنَ الْوَهَل وَالأْمْرَاضِ وَالأْوْجَاعِ.

Wahai Allah, sembuhkan aku dengan kesembuhan (dari)Mu, obati aku dengan obat (dari)Mu, bentengi aku dari kelemahan, penyakit, dan kelaparan.”

Ini Khasiat Air Sisa Wudhu

Terkait khasiat meminum air sisa wudhu ini, disebutkan dalam kitab Ar Radd Al Muktar ‘Ala Durr Al Muktar atau yang lebih dikenal dengan Hayisyah Ibn ‘Abidin, mengutip dari kitab Syarah Ibn ‘Imad:

وفي شرح هدية ابن العماد لسيدي عبد الغني النابلسي : ومما جربته أني إذا أصابني مرض أقصد الاستشفاء بشرب فضل الوضوء فيحصل لي الشفاء ، وهذا دأبي اعتمادا على قول الصادق صلى الله عليه وسلم في هذا الطب النبوي الصحيح 

“Disebutkan dalam Syarh Hadyah Ibn ‘Imad susunan tuanku Abdul Ghani An Nabulusi: Diantara yang aku buktikan manjur adalah bahwa apabila aku sakit, aku mencari kesembuhan dengan meminum air sisa wudhu, maka aku pun sembuh. Inilah kebiasaanku karena berpegang pada ucapan orang yang benar (maksudnya Nabi Muhammad) shalallahu ‘alaihi wa sallam pada berobat ala Nabi yang shahih”.

Pengobatan dengan cara meminum air sisa wudhu ini bukan hanya untuk penyakit fisik, tapi juga psikis (kejiwaan).

Imam Al-Dailami meriwayatkan dari Abu Umamah, bahwa Nabi shalallahu ‘alaih wa sallam bersabda;

ﺍﻟﺸُّﺮْﺏُ ﻣِﻦْ ﻓَﻀْﻞِ ﻭُﺿُﻮْﺀِ ﺍْﻟﻤُﺆْﻣِﻦِ ﻓِﻴْﻪِ ﺷِﻔَﺎﺀٌ ﻣِﻦْ ﺳَﺒْﻌِﻴْﻦَ ﺩَﺍﺀً ﺃَﺩْﻧَﺎﻫَﺎ ﺍْﻟﻬَﻢُّ

“Meminum dari sisa air wudhu orang mukmin, di dalamnya ada kesembuhan dari tujuh puluh penyakit. Yang paling ringan adalah kesedihan.”

Nah, ini sangat penting diamalkan oleh orang yang lagi dilanda kesedihan, stress dan semacamnya. Amalkan saja minum air sisa wudhu.

Bahkan banyak sahabat yang disembuhkan oleh Nabi shalallahu’alaih wa sallam dengan air bekas wudhu, di antaranya sahabat Jabir. Begini cerita beliau:

مَرِضْتُ فَأَتَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبُو بَكْرٍ يَعُودَانِي فَوَجَدَانِي قَدْ أُغْمِيَ عَلَيَّ فَتَوَضَّأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَبَّ عَلَيَّ وَضُوءَهُ

“Suatu saat aku sakit. Kemudian Rasulullah shalallahu’alaih wa sallam dan Abu Bakar datang menjengukku dan keduanya mendapati diriku pingsan, maka beliau berwudhu dan air sisa wudhunya disiramkan kepadaku.” (HR. An Nasai).

Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, Saib bin Yazid bercerita;

ﺫَﻫَﺒَﺖْ ﺑِﻲْ ﺧَﺎﻟَﺘِﻲْ ﺇِﻟﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓَﻘَﺎﻟَﺖْﻳﺎَ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺇِﻥَّ ﺍﺑْﻦَ ﺃُﺧْﺘِﻲْ ﻭَﺟْﻊٌ ﻓَﻤَﺴَﺢَ ﺭَﺃْﺳِﻲْ ﻭَﺩَﻋَﺎ ﻟِﻲْ ﺑِﺎﻟْﺒَﺮَﻛَﺔِ ﺛُﻢَّ ﺗَﻮَﺿَّﺄَ ﻓَﺸَﺮِﺑْﺖُ ﻣِﻦْﻭُﺿُﻮْﺋِﻪِ

“Saya pergi bersama bibiku kepada Nabi shalallahu alaihi wa sallam. Kemudian dia berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya anak saudariku (Saib bin Yazid) sakit kepala. Lalu Nabi shalallahu alaihi wa sallam mengusap kepalaku dan mendoakanku dengan keberkahan. Kemudian Nabi SAW wudhu dan aku minum dari air sisa wudhu beliau.”

Hadits diatas memperjelas bahwa bukan hanya meminum sisa wudhu diri sendiri yang berkhasiat, tapi juga boleh dengan mengambil berkah sisa air wudhu orang lain, terutama orang shalih dan ulama.

Nah, setelah kita mengetahui khasiat dan cara berobat dengan air sisa wudhu, maka selayaknya hal ini kita amalkan. Apalagi ini termasuk sunnah Nabi. Toh andaikan penyakit tidak sembuh juga dengan minum air sisa wudhu, setidaknya kita berharap dicatat sebagai pengamal sunnah Nabi. Iya kan?

Baca Juga: Telah Mandi Janabat, Tidak Wajib Wudhu?

Baca Juga: Selesai Haid Belum Mandi Janabat, Boleh Berhubungan Badan?

Editor: Shakira.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *