Unik, Ini Kisah Pertemuan Tuan Guru Bakeri dan Abah Guru Sekumpul Pertama Kali

Banua.co, MARTAPURA – Almarhum Tuan Guru H Ahmad Bakeri atau yang dikenal dengan sebutan Guru Bakeri merupakan ulama kharismatik asal Gambut, Kabupaten Banjar. Beliau Pernah bercerita tentang pertemuan pertamanya dengan Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Abah  Guru Sekumpul.

Dalam buku otobiografi KH. Ahmad Bakeri Jejak Sang Ulama dan Da’i Kondang Dari Seribu Sungai. Beliau menceritakan awal mula menjadi murid dari Abah Guru Sekumpul.

“Pada suatu malam, ketika itu aku masih duduk di kelas 2 Aliyah Pondok Pesantren Darussalam. Seperti biasa, aku bangun tidur untuk Shalat Tahajjud. Entah mengapa, setelah selesai shalat, hatiku seakan berkata dan menyuruhku untuk menemui Guru Zaini Ghani yang rumah beliau waktu itu masih di Keraton. Karena dorongan hatiku sangat kuat sekali, meskipun saat itu jarum jam sudah menunjukan pukul 02.00 malam. Semua teman di asrama telah tertidur nyenyak, jala- jalan dalam keadaan sunyi senyap, namun semua itu seakan tidak dapat menghalangi langkah kakiku untuk menemui beliau saat itu,” ucap Tuan Guru Ahmad Bakeri dalam otobiografinya.

Sambil berjalan dari asrama, Tuan Guru Bakeri muda menyusuri jalan mesjid Pesayangan menuju rumah Abah Guru Sekumpul di Keraton.

“Terkadang muncul was-was dan keraguan,” ungkapnya.

Baca juga: Nyantri di Darussalam, Asrama Ini Jadi Saksi Bisu Perjuangan Guru Bakeri

Setelah sampai di halaman rumah, Tuan Guru Bakeri muda memberanikan duduk di emperan rumah tanpa berani mengetuk pintu rumah Abah Guru Sekumpul. Dalam hati, Tuan Guru Bakeri berkata,”Jika benar beliau Wali Allah, maka pasti beliau tahu bahwa aku di luar.”

Tak lama kemudian hanya sekitar 5 menit, Abah Guru Sekumpul pun membuka pintu dan menyapa Tuan Guru Bakeri muda.

“Masuk nang (Anang -panggilan anak lelaki di suku Banjar, red), kenapa kada siang siang aja datang?”ucap Abah Guru Sekumpul.

Guru Bakeri merasa gugup bercampur rasa gembira karena diterima Abah Guru Sekumpul saat bertamu ke rumahnya.

Kemudian, Tuan Guru Bakeri masuk ke rumah dan duduk sambil menjelaskan mengapa bertamu di malam hari. (Bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *