Ajaib, Gus Dur Negosiasi Umur dengan Malaikat

Banua.co – Diantara sekian banyak cerita unik, ajaib dan kedengaran aneh tentang KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, cerita negosiasi umur dengan malaikat mungkin termasuk yang langka kita dengar.

Namun bagi kalangan Nahdliyyin sebenarnya hal semacam ini sudah biasa mereka dengar. Karena tidak hanya terjadi pada Gus Dur.

Seorang sahabat Nabi bernama Sa’ad bin Waqqas misalnya, sebagaimana diceritakan KH Abdul Moqsith Ghazali, pernah melakukannya.

Ketika berumur 42 tahun, Sa’ad bin Abi Waqqas didatangi oleh malaikat yang ingin mencabut nyawanya. Sa’ad tidak berkenan, ia tidak mau dijemput karena anak-anaknya masih kecil dan membutuhkan seorang ayah. Ia meminta kepada Allah agar kematiannya ditunda. Akhirnya malaikat tidak jadi mencabut nyawanya. Sa’ad bin Abi Waqqas baru wafat ketika berusia 84 tahun.

Kisah diatas diceritakan Kiai Moqsith ketika mengisi forum ilmiah tentang moderasi Islam di Bogor, Jawa Barat, 2018 silam.

Nah, ketika mengisahkan tentang sahabat Nabi itulah, alumnus pondok Pesantren Salafiyah al-Shafi-’iyyah ini juga mengisahkan bahwa Gus Dur pun pernah negosiasi umur dengan malaikat.

Uniknya, ia didatangi oleh malaikat bukan untuk mencabut nyawanya, tapi menawarkan umur panjang. Ia malah ditawari umur hingga 90 tahun oleh malaikat.

Tapi apa jawab putra KH Wahid Hasyim ini?

“Buat apa sih umur panjang-panjang, yang sedang sajalah 69 tahun,” jawab Gus Dur.

“Akhirnya benar, Gus Dur wafat pada usia tersebut,” ungkap Kiai yang juga doktor tafsir ini.

KH Abdurrahman Wahid wafat pada 30 Desember 1940. Usianya 69 tahun dari kelahiran pada tanggal 7 September 1940.

Semasa hidupnya, Gus Dur adalah seorang pejuang yang ikhlas membela kaum minoritas dari kezaliman mayoritas.

Kendati sering mendapat tantangan bahkan fitnah, cucu Hadhratus Syekh Hasyim Asy’ari ini tidak pernah surut dalam perjuangannya.

Bahkan, ia yang pernah dihina dengan kalimat “buta mata, buta hati” oleh seorang yang mengaku membela Islam, membuktikan bahwa dirinya adalah pejuang yang benar-benar mengasaskan diri pada Islam.

Ketika dilengserkan dari jabatannya sebagai presiden Indonesia, misalnya, ia yang saat itu dibela oleh ribuan orang yang siap mati untuknya, malah sibuk menenangkan massa agar mengurungkan pembelaan tersebut. Alih-alih memprovokasi massa untuk mau mati hanya karena dirinya.

Pada Februari 2001, Gus Dur berpidato di hadapan massa pembelanya dan meminta agar meninggalkan jalan, kembali ke rumah, serta mendoakan yang terbaik. Demikian tulis Greg Barton dalam buku Biografi Gus Dur: The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid (2008: 463).

images 67 - Ajaib, Gus Dur Negosiasi Umur dengan Malaikat
Ribuan massa pendukung Gus Dur menduduki gedung DPR, 2001 silam.

Gus Dur bukan tipe orang yang mau memanfaakan kharismanya untuk kepentingan pribadi dan kelompok.

Gus Dur, sosok pejuang ikhlas yang sulit dicari tandingannya hingga hari ini.

Ia adalah Guru Bangsa. Siapapun yang mengaku membela bangsa dan agama, patut belajar dari sejarah hidupnya.

Editor: Shakira.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *