Begini Asal Mula Tuan Guru Zainal Ilmi Menundukkan Kepala

Banua.co, MARTAPURA – Tuan Guru H Zainal Ilmi adalah salah satu ulama karismatik asal Martapura, Kalimantan Selatan. Ulama ini di antaranya dikenang dengan kebiasaannya menundukkan kepala. Usut punya usut, ternyata ada peristiwa menarik yang menyebabkannya.

Tuan Guru Zainal Ilmi sendiri merupakan anak Syekh Abdussamad bin Syekh Syihabuddin bin Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari.

Selama masa hidupnya, beliau pernah menjabat sebagai pimpinan Pondok Pesantren Sulamul Ulum (Sekarang Pondok Pesantren Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari). Beliau menggantikan Tuan Guru Sapat atau Syekh Abdurrahman Siddiq yang bertolak ke Tambilahan, Riau.

Nah, di saat penyerahan tampuk kepemimpinan Ponpes tersebutlah awal mula ulama ini menundukkan kepala.

Diceritakan dalam buku “Ulama Banjar Dari Masa ke Masa”, menjelang kepergian Syekh Abdurrahman Siddiq ke Tambilahan sekitar tahun 1317 H, ada di antara keluarga yang mengajukan pertanyaan, ”Siapakah garang nang manggantikan sampian di Pondok Dalam Pagar (Siapakah yang akan menggantikan anda di Pondok Dalam Pagar, red).

“Anang Ilmi manggantiakan diaku,” jawab beliau sembari menepuk bahu Tuan Guru Zainal Ilmi.

Sejak diserahkan amanah itu, ulama ini tak lagi pernah menengadahkan kepala. Beliau selalu menunduk sampai akhir hayatnya. Ada yang mengatakan, karena beliau terkejut diberikan amanah yang tidak pernah beliau duga.

Baca juga: Cara Cerdas Tuan Guru di Martapura Meredakan Gejolak Pemberontakan

Tuan Guru Zainal Ilmi lahir pada Jum’at malam atau Sabtu pagi jam 04.30 Wita pada 17 Rabi’ul Awwal 1304 H atau 1886 M, di Kampung Dalam Pagar, Martapura.

Beliau terkenal sebagai ulama yang wara’, tawadlu’, dan pemurah.

Tuan Guru H Zainal Ilmi belajar berbagai cabang ilmu agama dan ilmu alat

Kepada ayahnya sendiri Tuan Guru H. Abdussamad selama 6 tahun. Baru setelah itu Tuan Guru H Anang Ilmi memperkaya dan memperdalam ilmunya kepada Tuan Guru Muhammad Amin bin Qadi H. Mahmud, Tuan Guru Abdurrahman Muda, Tuan Guru Abbas bin Mufti Abdul Jalil, Tuan Guru Abdullah bin H. Muhammad Saleh, Tuan Guru Muhammad Ali, Tuan Guru Khalid, Tuan Guru Nawawi, Tuan Guru Ismail serta Syekh Abdurrahman Siddiq saat masih di Martapura.

Tuan Guru H Zainal Ilmi meninggal dunia pada 13 Dzulqaidah 1375 H bertepatan 21 Juni 1956 M pada siang hari jam 12.00 Wita, di Kampung Karang Intan, Martapura dan dimakamkan di Kalampayan, Martapura.

Reporter: Ahmad Sanusi

Editor: Ibnu Syaifuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *