Haul Habib Ali Al Habsyi dan Gus Dur, Habib Husein Tekankan Qolbun Salim

Banua.co, MARTAPURA – Teladani Habib Ali Al Habsyi dan Gus Dur, Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Banjar, Habib Ali Husein Al Ayderus tekankan Qolbun Salim.

Hal itu disampaikannya ketika mengisi tausiyah dalam acara peringatan haul Al Habib Ali Al Habsyi, penyusun Maulid Simtuddurar dan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang dilaksanakan oleh Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Kalimantan Selatan.

Dalam tausiyahnya, tokoh muda NU Banua ini mengutip ayat Al Qur’an Surah Asy Syu’ara 88-89:

“(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan Qolbun Salim (hati yang selamat)”.

Baca Juga: Kenang Jasa Ulama, IPNU Kalsel Hadirkan Tokoh Muda NU.

“Qolbun Salim itu yang dimiliki Habib Ali Al Habsyi dan Gus Dur. Apa itu Qolbun Salim? Artinya hati yang selamat,” jelasnya.

kubah habib ali ok - Haul Habib Ali Al Habsyi dan Gus Dur, Habib Husein Tekankan Qolbun Salim
Makam Habib Ali Al Habsyi, penyusun Maulid Simtud Duror.

Habib Ali Husein Kemudian menerangkan tentang kenapa Qolbun Salim.

“Kenapa kalimatnya Qolbun Salim, tidak Qolbun Thohir? Qolbun Khalis? Tetapi Qolbin Salim. Pahadal artinya sama-sama bersih. Karena kalau Thohir atau Khalis ya sekedar bersih, sedangkan Qolbun Salim adalah hati yang selamat dari segala bentuk apapun yang mengotorinya, bentuk apapun yang bisa mempengaruhinya terhadap orang tersebut,” sambung Habib.

“Qolbun Salim inilah yang dimiliki Habib Ali Al Habsyi dan Gus Dur, berupa hati yang selalu ingat dengan Allah SWT, hati yang selalu memikirkan bagaimana yang terbaik untuk orang lain,” tegas alumnus Pondok Pesantren Darussalam ini.

Qolbun Salim inilah menurut Habib Ali Husein diantara yang harus diteladani dari jiwa Habib Ali Al Habsyi dan Gus Dur.

images 72 - Haul Habib Ali Al Habsyi dan Gus Dur, Habib Husein Tekankan Qolbun Salim
Presiden Joko Widodo menziarahi makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

“Nah ini diantara yang akan kita teladani dari kedua sosok pemersatu ini. Pertanyaannya, bagaimana caranya agar bisa memiliki hati yang salim, apa bisa secara otomatis? Jawabannya pasti tidak bisa, tidak bisa kita secara otomatis memiliki hati seperti Habib Ali Al Habsyi dan Gus Dur,” ingatkannya kepada jamaah

Sambung Habib Ali Husein, cara agar mendapatkan Qalbin Salim sama dengan apa yang ditekankan dalam organisasi IPNU.

“Lantas bagaimana agar kita bisa memiliki hati yang seperti itu? Yang tidak ada memiliki rasa takut dan kesedihan. Caranya adalah yang selama ini kader IPNU terapkan, yaitu belajar, berjuang, dan bertaqwa,” tegas Habib Ali Husein.

“Jadi kalau kita ingin memiliki hati yang selamat, kuncinya ya tiga tadi, belajar, berjuang dan bertaqwa. Karena para wali-wali dalam mujahadahnya melewati tiga masa ini,” sambungnya

Kemudia, da’i muda ini memaparkan bagaimana belajar, berjuang, hingga akhirnya bertaqwa.

“Bagaimana belajar itu? yang jelas belajar ini ada hal yang wajib, ada yang sunah, dan ada yang fardhu kifayah. Yang wajib, kita sebagai muslim wajib melaksanakan, karena sabda Nabi Muhammad SAW menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim. Ilmu yang wajib apa? Ilmu yang menjadikan pemiliknya memahami perihal agama, yaitu Tauhid, Fiqih, dan Tasawuf,” terangnya

“Belajar yang lain juga perlu, sebab dalam Al Qur’an Allah menyuruh Iqra’ atau bacalah. Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang Maha Menciptakan. Iqra’ disini perintah yang tidak disebutkan objeknya, berarti umum, apa saja dibaca, apa saja dipelajari,” sambung Habib Ali Husein

Habib Husein menegaskan, harusnya orang-orang IPNU memiliki semangat kuat dalam mempelajari segala hal.

“Jadi hakikat IPNU itu adalah belajar, apapun dipelajari, tetapi dalam hal positif. Agar setelah belajar, kader IPNU bisa berjuang. Karena bagaimana bisa berjuang kalau tidak ada ilmunya? Berjuang dalam bahasa tasawuf adalah mujahadah, ada mujahadahtun nafsi, mujahadah organisasi, dan mujahadah bi ahlissunnah wal jamaah,” terangnya lagi.

“Setelah kita belajar, baru bisa berjuang, untuk dapat menggapai bertaqwa. Apa bertaqwa? Menjunjung perintah Allah SWT dan menjauhi larangannya. Kalau sudah bisa mengamalkan ketiganya, maka kita akan memiliki Qolbun Salim, hati yang selamat,” tutup Habib Husein.

Reporter: Muhammad Sanusi.

Editor: Shakira.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *