Kenang Jasa Ulama, IPNU Kalsel Hadirkan Tokoh Muda NU Banua

Banua.co, MARTAPURA – Mengenang jasa para ulama, IPNU Kalsel peringati Haul Habib Ali Al Habsyi dan Gus Dur pada Jum’at malam (11/12) dengan menghadirkan para tokoh muda NU Banua.

Tokoh muda NU Banua yang dihadirkan pada acara Haul Habib Ali Al Habsyi dan Gus Dur yang digelar PWNU Kalsel di Gang Muhajirin, Kampung Jawa, Martapura ini adalah Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Banjar Ustadz Khairullah Zain, Bendahara PCNU Banjar Ustadz Muhammad HR dan Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Banjar Habib Ali Husein Al Ayderus.

Dalam tausiyahnya, para tokoh muda NU Banua ini memberikan petuah kepada para kader IPNU agar lebih semangat dan bersungguh-sungguh dalam berorganisasi.

Rangkaian acara peringatan Haul Habib Ali Al Habsyi dan Gus Dur dimulai dengan pembacaan Maulid Simtudh Dhuror karya Habib Ali Al. Kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dari Habib Ali Husein Al Ayderus, Ustadz Khairullah Zain, dan ditutup oleh Ustadz Muhammad HR.

IMG 20201211 WA0010 1024x514 - Kenang Jasa Ulama, IPNU Kalsel Hadirkan Tokoh Muda NU Banua

Habib Ali Husein Al Ayderus mengingatkan kepada kader-kader IPNU agar menjaga hati.

“Orang yang selamat adalah yang hatinya selamat atau Qolbun Salim. Bukan sekedar Qolbun Thahir ataupun Qolbun Khalis”, ujarnya.

Baca Juga: Haul Habib Ali Al Habsyi dan Gus Dur, Habib Husein Tekankan Qolbun Salim.

Sedangkan Ustadz Khairullah Zain mengingatkan agar belajar dari sejarah Habib Ali Al Habsyi dan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang tidak mau tampil sebelum diminta atau mendapat izin.

“Menurut yang disampaikan Abah Guru Sekumpul, selesai maulid Simtud Duror, Habib Ali Al Habsyi tidak langsung menyebarkan kecuali setelah mendapatkan izin bahkan perintah dari Rasulullah SAW,” katanya.

“Adapun Gus Dur, tidak mau tampil menduduki jabatan penting di NU kecuali setelah diminta. Padahal beliau cucu dari pendiri NU”, lanjutnya.

Muhammad HR yang juga mantan Ketua IPNU menasehati para junior agar jangan melupakan urusan pendidikan meski mengurus organisasi. Hal ini sesuai dengan motto IPNU, yaitu Belajar, Berjuang, dan Bertaqwa.

“Walaupun mengurus organisasi, sekolah dan kuliah jangan dilupakan, sekolah atau kuliah harus tetap diutamakan,” nasehatnya.

Sementara, Ketua PW IPNU Kalimantan Selatan, Muhammad HS mengatakan bahwa memperingati haul para ulama adalah kegiatan rutinan yang diadakan oleh PW IPNU Kalimantan Selatan.

“Ini merupakan acara rutinan yang kami laksanakan setiap bulan, untuk mengenang para ulama panutan kita, terutama ulama kalangan Nahdliyin,” ujar Muhammad HS.

Peringatan Haul Habib Ali Al Habsyi dan KH Abdurrahman Wahid yang mengusung tema Mengambil Hikmah dari Dua Tokoh Pemersatu Umat ini dihadiri oleh Mustasyar PCNU Banjar yang juga pengacara senior H Rusniansyah Marlim, Ketua PC GP Ansor M S Rifqi, dan kader-kader IPNU, mulai pengurus cabang, anak cabang, hingga komisariat.

Reporter: Muhammad Abdillah.

Editor: Shakira.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *