Dibuka Hari Ini, Ketua PCNU Berharap NU Mart Kabupaten Banjar Bisa Tumbuh di MWC dan Ranting

Banua.co, MARTAPURA – Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banjar, Nuryadi Baseri berharap dilaunchingnya NU Mart Kabupaten Banjar menjadi awal dari perkembangan ekonomi Nahdliyyin di Kabupaten Banjar.

Dalam sambutannya di Grand Opening dan Tasyakuran NU Mart, Ustadz Nuryadi mengungkapkan bahwa berdirinya NU Mart adalah bagian dari amanah Musyawarah Kerja Cabang.

Dia bercerita, NU Mart dibuka lebih cepat atas inisiatif H Gusti Abdurrahman (Antung Aman) dan saran dari Dr Diauddin.

“Ketika itu ada acara di gedung NU Kabupaten Banjar (lantai 2), beliau turun ke bawah dan melihat ada toko kosong. Kebetulan waktu itu ulun menemani beliau. Kata beliau, ‘Ini toko kosong kah, bikin usaha, masalah modal nanti aku yang jamin’,” kenang Ustadz Nuryadi.

Ustadz Nuryadi membeberkan biaya awal pendirian NU Mart. Jumlahnya sekitar Rp 230 juta.

“Setelah dibicarakan Abah Antung dan kawan-kawan di pengurus NU, akhirnya disepakati untuk tidak dipegang satu orang,” kata Alumni Pondok Pesantren Al Falah ini.

Hal itu dimaksudkan agar kemanfaatannya bisa menebar dan itu akan menjadi masukan yang bagus untuk perkembangan NU Mart.

“Dengan harapan mereka merasa lebih memiliki, merasa lebih bertanggung jawab dan pada akhirnya mereka akan berkepentingan berbelanja di sini serta mempromosikannya,” jelas Ustadz Nuryadi.

Berdirinya NU Mart, diharapkannya menjadi awal bangkitnya ekonomi umat, khususnya warga Nahdliyin.

“Ke depan, kita berharap NU Mart akan berdiri di MWC dan ranting-ranting,” ujarnya.

Sementara, NU Mart Kabupaten Banjar didirikan dengan modal yang bersumber dari partisipasi warga Nahdliyin.

Permodalan NU Mart dengan meminjam istilah saham. Satu slot saham bernilai Rp. 1.000.000,- dengan sistem bagi hasil setelah dipotong biaya operasional. Kendati demikian kepemilikan saham dibatasi agar banyak warga Nahdliyyin yang bisa turut berpartisipasi.

Laba NU Mart Kabupaten Banjar 40 persen untuk organisasi NU Cabang Kabupaten Banjar, 40 persen untuk para pemegang saham, dan 20 persen untuk pengelola.

Baca Juga: Opening NU Mart, Ketua PCNU Banjar: Kebangkitan Ekonomi Embrio Lahirnya NU!

Editor: Ibnu Syaifuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *