Kesan Pertama Guru Zuhdi dengan Abah Guru Sekumpul, Ini Kisahnya

Banua.co, MARTAPURA – Kisah kesan pertama Tuan Guru Ahmad Zuhdiannor atau Guru Zuhdi dengan Abah Guru Sekumpul pernah diceritakan Guru Zuhdi di pengajiannya.

Dalam rekaman video pengajian Guru Zuhdi yang diunggah oleh akun youtube Pencari Berkah, Guru Zuhdi menceritakan bahwa sebelum menjadi santri Abah Guru Sekumpul, ia belajar kepada KH Abdus Syukur bin Jamaluddin atau dikenal dengan sebutan Mu’allim Syukur, Teluk Tiram Banjarmasin.

Kisah Guru Zuhdi, pada hari Mu’allim Syukur wafat, 23 Februari 1990, banyak para tokoh ulama dan tokoh masyarakat yang datang untuk bertakziah. Diantaranya para ulama dari Martapura seperti KH Semman Mulia, KH Badruddin, KH Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul, KH Muhammad Rosyad. Hadir juga ulama dari hulu sungai seperti KH Mahfudz Amin, Pimpinan Pondok Pesantren Ibnul Amin, Pemangkih Hulu Sungai Tengah.

Ketika hendak menyalatkan jenazah Mu’allim Syukur itulah kesan pertama Guru Zuhdi melihat Abah Guru Sekumpul.

“Pas umpat (ikut) menyembahyangkan (shalat jenazah, red) datangan tokoh tokoh. Hari itu awal aku memandang Abah Guru Sekumpul, ” kisah Guru Zuhdi.

Kesan pada pandangan pertama, Guru Zuhdi langsung terpana. Ia begitu kagum memandang sosok Abah Guru Sekumpul.

“Melihati aku, aku di muara rumah sidin (rumah Muallim Syukur, red) bediri di pelataran. Hari itu aku terkagum kagum bungasnya,” ingatnya.

Guru Zuhdi menceritakan kenangan hari itu, Abah Guru Sekumpul hadir tidak memakai ‘bolang’ (imamah atau lilitan serban), tapi kopiah yang ditutup ‘selungkui’ (serban dikerudungkan).

“Hari itu Abah Guru be selungkui kada be bolang be kopiah biasa ja,” kenangnya.

Abah Guru Sekumpul
Suasana takziah wafatnya Mu’allim Syukur, terlihat Abah Guru Sekumpul mengenakan ‘selungkui”.

Melihat kharisma dan ketampanan Abah Guru Sekumpul, Guru Zuhdi terpana. Ia bahkan merasa heran apa benar yang dilihatnya adalah seorang manusia.

“Parasaku manusia kah nangapa ngini jar ku,” Guru Zuhdi menceritakan kekagumannya.

Ketika itu, Guru Zuhdi masih belum mengenal Abah Guru Sekumpul. Ia pun menanyakan sosok yang dilihatnya kepada Ayahnya, KH Muhammad.

Baca Lanjutannya, Klik di Sini.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *