Kisah Pemuda yang Menjadi Gila Karena Cinta Tuhan

Banua.co – Seorang pemuda dikisahkan menjadi gila karena Cinta Tuhan. Kisah unik ini disebutkan Al Imam Al Ghazali dalam ‘Mukasyafah Al Qulub Al Muqarrib Ilaa ‘Alam Al Ghuyub’ (Tersingkap Kalbu, Menuju Semesta Keghaiban).

Diceritakan, suatu hari Nabi Isa melewati sebuah kebun. Di situ ada seorang pemuda sedang menyirami tanamannya.

Melihat hadirnya Nabi Isa, pemuda tersebut lantas memohon agar utusan Allah tersebut berdo’a untuknya. Apa yang ia minta?

“Duhai Nabi Allah, mintakan kepada Tuhanmu agar memberikan aku secuil cintaNya, walau sebesar atom”.

Nabi Isa memandang sang pemuda, seraya menjawab,

“Kau tidak akan sanggup menanggung cintaNya walau sebesar atom”.

“Bagaimana kalau setengah atom?” tawar si pemuda.

Menyaksikan kesungguhan si pemuda yang ingin mendapatkan cinta dari TuhanNya, nabi yang mendapat gelar ‘Ruhullah’ ini menadahkan tangannya seraya berdo’a:

“Wahai Tuhan, berikan pemuda ini setengah atom dari cintaMu”.

Setelah itu, Nabi Isa meninggalkan pemuda tersebut, melanjutkan perjalanan.

Waktu pun berlalu. Setelah beberapa lama, Nabi Isa kembali melewati perkebunan tersebut. Namun beliau tidak menampak pemuda yang dahulu memohon kepadanya agar dimintakan cinta Tuhan.

Nabi Isa bertanya kepada orang-orang yang ada di perkebunan.

“Mana pemuda yang dahulu minta didoakan?”.

Orang-orang menjawab, “Ia telah menjadi gila. Ia pergi ke gunung”.

Nabi Isa kemudian meminta kepada Allah agar memberinya petunjuk di mana pemuda yang dicarinya berada.

Baca Juga: Kisah Sufi dari Sekumpul.

FB IMG 1608267039707 660x1024 - Kisah Pemuda yang Menjadi Gila Karena Cinta Tuhan

Akhirnya, Nabi Isa menemukan pemuda yang dicarinya berada di sebuah lembah.

Pemuda tersebut berada di tanah datar, matanya hanya memandang langit. Ia bahkan tidak peduli kehadiran Nabi Isa di dekatnya.

Nabi Isa coba memberi salam. Namun anehnya pemuda itu tidak peduli dan tidak menjawab.

Nabi Isa heran. Apa yang terjadi dengannya.

Allah kemudian mewahyukan kepada Nabi Isa:

“Bagaimana bisa mendengar ucapan makhluk, orang yang dalam hatinya ada sekedar separo atom dari cintaKu. Demi kemuliaan dan keperkasaanKu, andai ia kau potong dengan gergaji, niscaya ia tidak menyadarinya”.

Demikianlah gambaran dahsyatnya Cinta Tuhan yang dikisahkan Imam Al Ghazali. Tidak mudah untuk benar-benar mencinta dan menerima cinta, meski tidak sulit untuk mengaku-aku cinta.

Baca Juga: Inilah Kriteria Bakhil Menurut Imam Ghazali.

Diterjemahkan dan ditulis ulang oleh: Khairullah Zain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *