Temuan 20 Ribuan Kotak Amal Mendanai Teroris, PWNU Jatim: Kita Harus Bantu Polisi!

Banua.co, Surabaya – Temuan polisi adanya 20 ribuan kotak amal yang tersebar ternyata untuk mendanai gerakan teroris, Katib Syuriah PWNU Jatim, KH Safruddin Syarif minta agar rakyat membantu polisi.

“Jaringan ini se-Indonesia jadi semuanya jajaran polisi harus bekerja serentak dengan BNPT betul-betul diteliti sehingga tidak kecolongan lagi. Karena memang mohon maaf, Indonesia salah satu target yang akan dijadikan bergolak. Maka kita harus membantu polisi. Dan kalau polisi sudah mengumumkan dan masyarakat tahu harus bisa melapor,” katanya, sebagaimana dilansir dari detiknews.

images 2020 12 18T010230.472 1 - Temuan 20 Ribuan Kotak Amal Mendanai Teroris, PWNU Jatim: Kita Harus Bantu Polisi!
Katib Syuriah PWNU Jatim, KH Safruddin Syarif.

Kendati demikian, Kiai Safruddin tidak setuju bila nantinya ada wacana pelarangan kotak amal. Sebab menurutnya, sebenarnya masyarakat yang ingin menyumbang tidak ada yang mau bantu teroris. Untuk itu ia minta agar polisi transparan mengusut kotak amal untuk mendanai teroris ini.

“Maka kerja polisi ini penting dan harus transparan. Agar masyarakat tidak dibodohi, tapi keinginan untuk menyumbang masyarakat jangan dilarang. Karena kan masyarakat ingin membantu tidak ada keinginan untuk membantu teroris,” terang Safruddin.

Kepada masyarakat, alumnus Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lirboyo ini meminta agar sebelum menaruh sumbangan di kotak amal supaya memperhatikan dari mana kotak amal itu berasal.

“Dan perlu juga dilihat kalau mau naruh uang kotak amal siapa (pemiliknya). Jadi dia tahu itu kotak amal siapa. Misalnya yang diinformasikan dari Abdurahman bin Auf itu dan segalanya itu. Nah itu jangan sampai dimasukkan ke kotak amal itu,” sarannya.

Sementara, Polri mengungkapkan 20 ribu kotak amal milik Jamaah Islamiyah (JI) digunakan untuk mendanai aksi terorisme. Beberapa di antaranya berada di Jatim, yakni 800 kotak amal di Surabaya, 2.500 di Malang dan 2.000 kotak amal di Magetan.

Namun, menurut polisi tidak ada ciri-ciri khusus kotak amal untuk mendanai teroris tersebut. Kotak amal teroris yang tersebar dibuat sama seperti kotak amal pada umumnya agar tidak memancing kecurigaan masyarakat.

Baca Juga: Tanggapi Mimpi Haekal Hassan, Ketua PWNU Jatim: Kelompok Itu Berkali kali Bohong.

Baca Juga: Donasi Bina Muallaf, Langkah Peduli LazisNU Banjar.

Editor: Shakira.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *