Biografi KH Bisri Mustofa, Kakek Gus Yaqut

Banua.co – Bila kita memahami bahwa tugas para ulama adalah menyampaikan ilmu agama kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah dipahami mereka. Maka KH Bisri Mustofa layak mendapatkan kehormatan plus. Karena peduli terhadap penyebaran ilmu di negerinya, Kiai ini menyusun kitab tafsir Al-Qur’an dalam Bahasa Jawa Pegon, yaitu Bahasa Jawa yang ditulis dengan Huruf Arab.

Tafsir Al Ibriz, karya KH Bisri Mustofa ini kelak diterbitkan dan saat ini diajarkan oleh salah satu anaknya, KH Mustofa Bisri.

images 2020 12 23T151252.313 1 - Biografi KH Bisri Mustofa, Kakek Gus Yaqut

KH Bisri Mustofa memang dikenal sebagai ulama yang produktif menulis. Tafsir Al Ibriz bukan satu satunya karyanya, tapi hanya salah satu. Masih ada lebih lima puluh judul karya tulis yang dihasilkannya. Tidak hanya mencakup bidang tafsir saja tetapi juga bidang-bidang yang lain seperti tauhid, fiqh, tasawuf, hadits, tata bahasa Arab, sastra Arab, dan lain-lain.

Kelahiran dan Pendidikan di Masa Kecil

Dilahirkan di desa Pesawahan, Rembang, Jawa Tengah, pada tahun 1915, nama kecil KH Bisri Mustofa adalah Masyhadi.

Kelak ia mengganti namanya menjadi Bisri sepulang dari menunaikan ibadah haji.

Pendidikan pertama didapatkan KH Bisri Mustofa dari ayahnya sendiri. Sejak umur tujuh tahun, beliau belajar di sekolah Jawa “Angka Loro” di Rembang. Di sekolah ini, KH. Bisri Musthofa tidak sampai selesai karena ketika hampir naik kelas dua beliau terpaksa meninggalkan sekolah, tepatnya diajak oleh orangtuanya menunaikan ibadah haji di Mekah.

Dalam perjalanan pulang, di pelabuhan Jedah KH Bisri Mustofa mengalami duka, ayahnya yang tercinta wafat setelah sebelumnya menderita sakit di sepanjang pelaksanaan ibadah haji.

Sampai di tanah air, KH. Bisri Mustofa sekolah di Holland Indische School (HIS) di Rembang.

Usia 10 tahun, tepatnya pada tahun 1925 KH Bisri Mustofa melanjutkan pendidikannya ke pesantren Kajen di Rembang. Lima tahun kemudian, pada tahun 1930, KH Bisri Musthofa belajar di pesantren Kasingan pimpinan Kiai Cholil.

Di usianya yang keduapuluh, KH. Bisri Musthofa dinikahkan oleh Kiai Cholil, gurunya dengan putrinya yang bernama Ma’rufah.

Dari perkawinannya inilah, KH Bisri Musthofa dianugerahi delapan anak, yaitu Cholil, Musthofa, Adieb, Faridah, Najihah, Labib, Nihayah dan Atikah.

Dari putra KH Bisri Mustofa yang bernama Cholil (KH Cholil Bisri) inilah lahir Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut, Menteri Agama RI dan KH Yahya Staquf, Katib Syuriah PBNU.

Putranya yang bernama Musthofa, kelak dikenal sebagai ulama berpengaruh dan juga budayawan, KH Musthofa Bisri atau Gus Mus.

Menuntut Ilmu di Mekah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *