Biografi KH Bisri Mustofa, Kakek Gus Yaqut

Setahun setelah dinikahkan oleh Kiai Cholil, KH Bisri Musthofa berangkat lagi ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji bersama sama dengan beberapa anggota keluarga dari Rembang. Namun, seusai haji, KH Bisri Musthofa tidak pulang ke tanah air, melainkan memilih bermukim di Mekah dengan tujuan menuntut ilmu di sana.

Di Mekah, KH Bisri Musthofa tidak masuk sekolah atau madrasah formal. Beliau belajar dari satu guru ke guru lain secara langsung dan privat.

Di antara gurunya terdapat beberapa ulama asal Indonesia yang telah lama mukim di Mekah.

Secara keseluruhan, guru-guru beliau di Mekah adalah:

(1) Syeikh Baqir, asal Yogyakarta. Kepada beliau, KH Bisri Mustofa belajar kitab Lubbil Ushul, ‘Umdatul Abrar, Tafsir al-Kasysyaf;

(2) Syeikh Umar Hamdan al-Maghriby. Kepada beliau, ia belajar kitab hadits Shahih Bukhari dan Muslim;

(3) Syeikh Ali Maliki. Kepada beliau, ia belajar kitab al-Asybah wa al-Nadha’ir dan al-Aqwaal al-Sunnan al-Sittah;

(4) Sayid Amin. Kepada beliau, ia belajar kitab Ibnu ‘Aqil;

(5) Syeikh Hassan Massath. Kepada beliau, ia belajar kitab Minhaj Dzawin Nadhar;

(6) Sayid Alwi. Kepada beliau, ia belajar tafsir al-Qur’an al-Jalalain;

(7) KH. Abdullah Muhaimin. Kepada beliau, ia belajar kitab Jam’ul Jawami’.

Menggantikan Posisi Guru

Dua tahun lebih KH Bisri Musthofa menuntut ilmu di Mekah. Beliau baru pulang setelah diminta guru sekaligus mertuanya, yaitu pada tahun 1938.

Rupanya gurunya meminta pulang ke Indonesia karena merasa sudah akan wafat dan harus ada penggantinya.

Setahun setelah kepulangan KH. Mustofa Bisri dari Mekah, Kiai Cholil meninggal dunia. Sejak itulah KH. Bisri Mustofa menggantikan posisi guru dan mertuanya itu sebagai pemimpin pesantren.

KH. Bisri Musthofa wafat pada tanggal 16 Februari 1977.

Baca Juga: Penting! Ini Misi Utama Gus Yaqut Sebagai Menteri Agama.

Editor: Shakira.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *