Pahitnya Perjuangan Abah Guru Sekumpul di Masa Muda

Banua.co, MARTAPURA – Kisah pahitnya perjuangan Abah Guru Sekumpul berikut ini diceritakan langsung oleh beliau di pengajiannya.

Abah Guru Sekumpul atau KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani dikenal sebagai ulama kharismatik berasal dari kota Martapura, Kalimantan Selatan.

Setiap Haul Abah Guru Sekumpul dilaksanakan, ada sekitar ratusan ribu hingga jutaan penduduk yang berhadir. Tidak hanya dari dalam negeri, namun juga dari Mancanegara.

Namun, tidak ada kesuksesan yang diperoleh tanpa jerih payah sebelumnya. Hal ini juga pernah dialami oleh Abah Guru Sekumpul ketika masih anak-anak pada saat menuntut ilmu agama.

IMG 20200919 WA0089 1 - Pahitnya Perjuangan Abah Guru Sekumpul di Masa Muda

Berikut kisah perjuangan Abah Guru Sekumpul sebagaimana diceritakan langsung oleh beliau di pengajian.

“Ikam tau lah (apa kamu tahu, red), menuntut ilmu agama ini tempo zaman aku bahari tah (ketika zaman dulu, red); setengah hari sekolah, setengah hari begawi (bekerja, red). Pertama belajar memotong intan, kedua membelah, nang (yang, red) ketiga menggosok.” ujar Abah Guru perjuangan di masa lalu.

Hal ini karena Abah Guru Sekumpul dididik oleh ayahnya, agar berlatih hidup mandiri sejak kecil.

Baca Juga: Meneladani Abah Guru Sekumpul, Membangun Kemandirian NU.

“Ujar arwah abahku (almarhum bapakku, red), manusia kedada bejodoh lawan tunggul (tidak ada manusia yang berjodoh dengan tiang, red). Jadi, harus ada bisi kebisaan tangan (harus memiliki keahlian, red),” sambung Abah Guru Sekumpul, menuturkan.

Baca Juga: Ini Kisah Abah Guru Sekumpul Meneriaki Langit, Ada Apa?

3 thoughts on “Pahitnya Perjuangan Abah Guru Sekumpul di Masa Muda

  • 27 Desember 2020 pada 19:06
    Permalink

    Masya Allah punnn

    Balas
  • 27 Desember 2020 pada 20:59
    Permalink

    Yaa Allaah Yaa Rasulollaah, perjuangan waliyullaah abah guru Sekumpul dari buayan sampai keilmuan beliau bermunajab dialam dunia sampai alam akhirat..

    Balas
  • 31 Desember 2020 pada 15:01
    Permalink

    MasyaAllah, mambaca kisah nya ja berat banar, apalagi menjalani, ini hasil kesabaran beliau. Allah beri kemuliaan yg sampai meninggal pun masih banyak yg rindu

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *