Ternyata Syair Syubbanul Wathan Tidak Orisinil!

Banua.co – Benarkah syair Syubbanul Wathan atau lagu Ya Lal Wathan yang biasa dinyanyikan di acara-acara NU hasil gubahan KH Wahab Hasbullah? Ternyata menurut Dewan Kurator Museum NU, Choirul Anam, syair tersebut tidak orisinil alias bukan asli gubahan Mbah Wahab, sebutan KH Wahab Hasbullah.

Choirul Anam mengungkapkan hal ini tahun 2017 silam, yaitu saat Soft Launching Mars Asli Hubbul Wathan karya Mbah Wahab di halaman gedung Astra Nawa, Jalan Gayungsari Timur, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (20/8/2017) silam.

Ketika itu acara dihadiri sejumlah kiai pengasuh Ponpes, termasuk KH Asep Saifuddin Chalim (Ponpes Amanatul Ummah, Pacet dan Surabaya) serta putra-putri Mbah Wahab, seperti KH Hasib Wahab, Nyai Hj Mahfudhoh Ali Ubaid, dan Nyai Hj Munzidah Wahab.

Munculnya syair Syubbanul Wathan sendiri berawal dari gagasan Cak Anam, sebutan Choirul Anam untuk meluncurkan syair Mbah Wahab tersebut ke dalam sebuah lagu untuk menggugah semangat kebangsaan.

Namun di saat gagasan Cak Anam dengan Gus Hasib belum terwujud, ternyata lebih dulu muncul syair Syubbanul Wathan yang ‘mirip’ Hubbul Wathan atau Ya Ahlal Wathan yang di bait syair kedua tertulis bait: Indonesia biladi. Padahal, kata salah satu tokoh NU di Jawa Timur ini, saat syair itu ditulis Mbah Wahab pada 1916, nama Indonesia belum ada.

“Waktu itu saya kaget, loh ini syairnya Mbah Wahab tahun berapa? Di situ enggak dicantumkan, tapi ini syair Hubbul Wathon. Akhirnya saya tanya kawan-kawan,” ucap Cak Anam ketika itu.

Kemudian dilakukan penelusuran. Diketahui bahwa yang membuat syair Syubbanul Wathon itu adalah Khatib Aam PBNU, KH Yahya Cholil Staquf. Putra KH Cholil Bisri, Rembang, Jawa Tengah ini memperoleh syair tersebut dari Nusron Wahid.

Setelah ditelusuri, ternyata Nusron mendapat syair itu dari Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, KH Maimun Zubair. Disebutkan, Kiai Maimun mendapatkannya ketika menjadi santri di Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

“Lalu saya tanya keluarga Bahrul Ulum, saya tanya Gus Heru (putra KH M Najib Wahab). Menurut Gus Heru, Mbah Maimun tidak pernah mondok di Tambakberas. Nah, ternyata Mbah Maimun mendapatkan syair itu ketika di Sarang dari ayahnya sendiri, KH Zubair,” ungkap Cak Anam.

Merunut catatan umur, Mbah Maimun lahir sekitar tahun 1927 atau setahun setelah NU lahir. Sementara Mbah Wahab menulis syair itu pada 1916.

Namun menurut dalam skripsi Rizki Aynina yang berjudul ‘Sejarah dan Perkembangan Lagu Syubbanul Wathan Tahun 1916 – 2019’, syair Syubbanul Wathan ternyata memang telah mengalami metamorphosis pada 1934, sebagaimana ditashih KH Maimoen Zubair, Pengasuh Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang.

Kemudian, pada 2012 Kiai Maimoen Zubair, memberikan ijazah syair lagu Ya Lal Wathan versi hasil metamorphosis untuk dijadikan mars.

Sementara, dalam syair Subbanul Wathan yang asli gubahan KH Abdul Wahhab Hasbullah, terdapat syair yang agak berbeda dengan yang biasa kita dengar dan baca. Berikut catatan syair Syubbanul Wathan versi original sebagaimana dalam skripsi Rizki Aynina:

One thought on “Ternyata Syair Syubbanul Wathan Tidak Orisinil!

  • 28 Desember 2020 pada 14:21
    Permalink

    keren banget
    thank a lot

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *