Cerita KH Adnani Iskandar Menyaksikan Keramat Gus Dur

Banua.co – BANJARMASIN – Cerita KH Adnani Iskandar menyaksikan keramat Gus Dur ini adalah kisah nyata yang dialami oleh KH Adnani Iskandar sendiri dan dikisahkan kembali oleh salah seorang murid beliau, Syamsuddin Muhammad Nur ‘Aini kepada Banua.co.

Memang sepanjang sejarahnya, keajaiban sering mewarnai perjalanan hidup Gus Dur. Bahkan setelah wafatnya, keramat Gus Dur masih saja terbuktikan. Misalnya saja, kemaren saat haulnya tanggal 30 Desember 2020, organisasi yang dahulu ingin sekali dibubarkan oleh Gus Dur, Front Pembela Islam dibubarkan pemerintah dan menjadi organisasi terlarang. Seolah hal ini membuktikan keramat Gus Dur.

Baca Juga: Ajaib, Gus Dur Negosiasi Umur dengan Malaikat!

KH Adnani Iskandar adalah salah seorang tokoh NU Kalimantan Selatan. Tahun 1955 beliau adalah Sekretaris Komite Nahdlatul Ulama Hulu Sungai Selatan. Lima tahun kemudian, yaitu tahun 1960 beliau menjabat Sekretaris di Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kota Banjarmasin

Setelah selesai masa jabatan sebagai Sekretaris PCNU kota Banjarmasin, KH Adnani Iskandar meningkat menjadi Sekretaris Tanfidziyah Pengurus Wilayah NU provinsi kalimantan Selatan, tepatnya pada tahun 1965.

Cerita keramat Gus Dur yang dikisahkan oleh dosen UIN Antasari Banjarmasin, Syamsuddin yang juga pengurus Ikatan Sarjana NU ini terjadi pada tahun 1994, yaitu ketika Muktamar NU ke 29 di Cipasung.

FB IMG 1609395725660 1 - Cerita KH Adnani Iskandar Menyaksikan Keramat Gus Dur
Syamsuddin Muhammad Nur ‘Aini (memakai baju biru) bersama gurunya KH Adnani Iskandar (memakai serban).

Muktamar ini adalah muktamar panas, karena Orde Baru yang berkuasa saat itu ingin turut campur mengatur kepengurusan NU. Pemerintah Orde Baru ingin ‘memutus’ kewenangan Gus Dur di PBNU yang sejak tahun 1984 dipimpinnya.

Salah satu cara yang ditempuh Orde Baru adalah menumbangkan Gus Dur di Muktamar NU Cipasung ini. Pemerintah melakukan berbagai intervensi dengan mendukung secara penuh salah satu calon Ketua Umum PBNU untuk melawan Gus Dur. Ketika itu yang didukung Orde Baru adalah KH Abul Hasan.

Bermacam isu dihembuskan untuk menggembosi Gus Dur. Mulai dari manajemen NU di bawah kepemimpinan Gus Dur dinilai lemah dan otokratik, hingga langkah Gus Dur yang dianggap menyimpang dari khittah NU, bahkan bertentangan dengan kepentingan NU sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *