Perintahkan Makam Sekumpul Dibuka di Tengah Banjir, ‘Ustadz’ Ini Dinilai Suul Adab

Banua.co, MARTAPURA – Di tengah bencana banjir yang melanda Kalimantan Selatan, ada saja oknum-oknum tak bertanggung jawab yang menyebarkan isu miring di masyarakat.

Isu tersebut berupa pesan suara yang salah satunya memerintahkan untuk membuka makam Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul) agar mengurangi bencana banjir.

Hal tersebut mendapat tanggapan dari Wakil Ketua NU Kabupaten Banjar, Ustadz Khairullah Zain. Dia mengatakan, tindakan oknum tersebut suul adab (tidak beradab). Penutupan makam Abah Guru Sekumpul  bukan karena intervensi dari pihak luar. Tapi, murni dari pemilik hak, yakni keluarga Abah Guru Sekumpul.

“Saat ini yang menentukan makam dibuka atau tidaknya makam Abah Guru Sekumpul adalah dua putra Abah Guru Sekumpul, Muhammad Amin Badali dan Ahmad Hafi Badali. Suul adab saat kita menentang atau i’tirodh terhadap keputusan mereka berdua. Kita wajib menghormati keputusan tersebut,” ucap salah satu murid Abah Guru Sekumpul ini, Rabu (20/1/2021).

Ustadz Khairullah menganjurkan, jika ingin berziarah bisa dilakukan dengan cara sirr. Tidak harus masuk ke area makam.

“Ziarah masih bisa dilakukan secara sir. Dulu Abah Guru Sekumpul pernah mengajarkan ini kepada kita. Pada saat inilah kita bisa mengamalkan apa yang telah diajarkan beliau,” jelasnya.

Ziarah bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Tak perlu terikat oleh waktu dan tempat. Dan, tidak perlu menunggu makam ulama yang bersangkutan dibuka.

“Ruhani para auliya itu tidak bertempat di makam. Karena alam ruhani berbeda dengan alam jasmani, alam ruhani tidak terikat waktu dan tempat di alam jasmani. Oleh karenanya, ziarah bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun,” tambahnya.

Baca Juga: Pahitnya Perjuangan Abah Guru Sekumpul di Masa Muda

Terakhir, Ustadz Khairullah menegaskan, kepada seluruh elemen masyarakat, agar jangan mau digiring oleh isu-isu yang tak masuk akal. Apalagi isu yang berasal dari orang yang tak paham dengan situasi dan kondisi Sekumpul.

“Jangan ikut-ikutan terbawa arus isu orang yang tak mengerti situasi Sekumpul. Patuhi saja kebijakan dua putra Guru Sekumpul terkait kegiatan dan makam di tempat tersebut,” tutup Ustadz Khairullah.

Ustadz Khairullah Zain bersama Mursyid Tarekat Internasional.
Ustadz Khairullah Zain bersama Mursyid Tarekat Internasional.

Perlu diketahui, pesan suara tersebut diduga berasal dari oknum yang mengaku seorang ustadz berasal dari Bogor, dan masih keturunan ulama besar di sana. Namun setelah dikonfirmasi keluarga ulama yang bersangkutan, mereka membantah pesan suara tersebut berasal dari keluarga mereka.

Berikut petikan pesan suara tersebut:

“Supaya ombaknya gak dateng. Malam ini istighostah seluruh Kalimantan Selatan, jangan sampai terjadi musibah yang kedua. Mohon untuk bertawassul semua ke Abah Sekumpul dan Datuk Kelampayan, supaya tempat ini aman dan cepat surut. Gelombang laut pasang tidak datang lagi dan tidak akan terjadi. Mohon disebarkan ini, ini saran dari saya. Dan makam Abah Sekumpul dan Datuk Kelampayan itu dibuka untuk umum. Ziarah jangan ditutup yang penting Prokes (Protokol Kesehatan) dilaksanakan. Jangan sampai ditutup, dibuka!”

Reporter: Auzan Mursyidan

Editor: Ibnu Syaifuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *