Sempat Diliburkan Akibat Banjir, Pesantren Darussalam Martapura Kembali Aktif

Banua.co, MARTAPURA – Sempat diliburkan selama dua pekan akibat terdampak banjir, Pondok Pesantren Darussalam Martapura akhirnya aktif kembali pada Sabtu (30/01/2021) mendatang.

Pengumuman diaktifkannya kembali belajar mengajar di pondok pesantren tertua di Kalimantan ini dikabarkan melalui surat pengumuman yang ditandatangani secara resmi oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam, KH. Hasanuddin Badruddin.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, diumumkan kepada seluruh Guru dan Santri Pondok Pesantren Darussalam Martapura bahwa sehubungan dengan berakhirnya musibah banjir bandang yang melanda Kalimantan Selatan khususnya Kabupaten Banjar beberapa waktu lalu, maka Pondok Pesantren Darussalam akan dibuka kembali pada Sabtu tanggal 17 Jumadil Akhir 1442 H / 30 Januari 2021. Demikian hal ini disampaikan agar menjadi maklum, Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ” sebagaimana yang tertulis di Surat Pengumuman tersebut.

 

IMG 20210128 WA0062 1 740x1024 - Sempat Diliburkan Akibat Banjir, Pesantren Darussalam Martapura Kembali Aktif
Pengumuman Resmi dari Pondok Pesantren Darussalam Martapura

Sebelumnya, karena melihat banyaknya asrama santri serta rumah pengajar yang terdampak banjir, kegiatan belajar mengajar di Pondok Pesantren Darussalam diliburkan melalui pengumuman lewat rekaman video KH Naufal Rosyad.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, kami dari pengurus Pondok Pesantren Darussalam Martapura dengan ini memberitahukan bahwa mulai hari ini (Kamis 14 Januari 2021,red) Pondok Pesantren Darussalam diliburkan sampai pengumuman berikutnya.” ucap KH Naufal Rosyad.

Sementara, Rahmat Ramadhanna, seorang santri asrama Pondok Pesantren Darussalam yang tinggal di Asrama Ar Raudhah Pesayangan Utara mengaku gembira atas diaktifkan kembali kegiatan belajar mengajar di pesantrennya.

Terkait banjir, pemuda yang telah delapan tahun menyantri ini mengakui tidak pernah mengalami banjir separah ini.

“Delapan tahun menjadi santri, baru kali ini saya menemui banjir sebesar ini, biasanya di asrama ini tidak pernah terkena banjir, baru ini pertama kali banjir menggenang asrama setinggi lutut, ” tutur Rahmat.

“Karena asrama kami dua lantai, alhamdulillah teman teman yang ada di kamar bawah bisa mengungsi ke lantai atas untuk menyelamatkan barang barang berharga. ” imbuhnya.

Adapun asrama santri yang terdampak banjir meliputi kawasan Antasan Senor, Murung Kenanga, Kampung Melayu, Pekauman, Pesayangan, Keraton dan Desa Mekar.

Baca Juga: Lulus Darussalam Bukan Berarti Tamat Belajar.

Baca Juga: Menjamak Shalat Akibat Banjir, Bolehkah?

Baca Juga: Pesantren Darussalam Martapura, Kantor NU Pertama di Luar Pulau Jawa!

Reporter: Muhammad Abdillah

Editor: Shakira.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *