Simpatisan FPI Makassar Bongkar Pentolan FPI Hadiri Baiat ISIS

Banua.co, JAKARTA – Simpatisan Front Pembela Islam (FPI) tersangka teroris asal Makassar mengakui bahwa Munarman, salah satu pentolan FPI, hadir dalam acara baiat kepada Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS), tahun 2015 silam.

Dalam sebuah video yang diunggah detikcom, Muhammad Fikri Oktaviadi menceritakan bahwa ia ditangkap pihak kepolisian karena pada tahun 2015 silam ia pernah berbaiat kepada ISIS.

“Pada tahun 2015 saya berbaiat yang dihadiri Ustadz Basri, pemimpin acara, Ustadz Fauzan, penerbit buku, dan Ustadz Munarman, Panglima DPP FPI yang mewakili FPI,” aku Fikri.

Fikri juga menyebutkan beberapa nama simpatisan FPI yang turut hadir dan berbaiat kepada ISIS ketika itu.

“Saya mengikuti ta’rif (pengenalan, red) daulah di pondok sebanyak dua kali yang membahas tentang 10 ta’lim keislaman yang terdiri dari syirik syirik jimat dan syirik menyembah berhala. Ta’lim selanjutnya membahas syirik demokrasi, syirik UUD 1945 dan Pancasila, dan upacara hukumnya syirik,” tuturnya.

Screenshot 20210208 113940 1 1024x502 - Simpatisan FPI Makassar Bongkar Pentolan FPI Hadiri Baiat ISIS
Muhammad Fikri Oktaviadi, Simpatisan FPI yang mengaku baiat kepada ISIS tahun 2015 silam.

Sementara, ISIS adalah sebuah organisasi gerakan yang berdiri sejak 1999 dengan nama Jamaah at Tawhid wa Al Jihad. Tahun 2004 organisasi ini bergabung dan menjadi bagian dari Al Qaeda.

Pada tanggal 13 Oktober 2006 organisasi ini mendeklarasikan Negara Islam Irak atau Islamic State of Irak (ISI) disebut ISI. Tanggal 8 April 2013, organisasi ini mengklaim wilayah di Suriah.

Pada Februari 2014, organisasi ini mengaku berpisah dari Al Qaeda. Kemudian pada tanggal 29 Juni 2014 mendeklarasikan berdirinya kekhalifahan dengan Khalifah Abu Bakar Al Baghdadi, yang menjadi pimpinan organisasi sejak tahun 2010.

Sebagai kekhalifahan, ISIS mengklaim kendali agama, politik, dan militer atas semua Muslim di seluruh dunia, dan keabsahan semua keamiran, kelompok, negara, dan organisasi tidak diakui lagi setelah kekuasaan khilafah meluas dan pasukannya tiba di wilayah mereka.

Kelompok ini kelak dicap sebagai organisasi teroris oleh PBB, Uni Eropa dan negara-negara anggotanya, Amerika Serikat, India, Indonesia, Israel, Turki, Arab Saudi, Suriah, dan negara-negara lain. Lebih dari 60 negara secara langsung atau tidak langsung berperang melawan ISIS.

Editor: Shakira.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *