Ajak Relawan Upin Badut, Pelajar Nahdlatul Ulama Adakan Trauma Healing di Paramasan

Banua.co, MARTAPURA – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Kalimantan Selatan bersama Relawan Upin Badut Banjarmasin menghibur para korban longsor di Desa Remo,Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar pada Senin (17/2) kemarin.

Direktur Lembaga Ekonomi, Kewirausahaan dan Koperasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (LEKAS IPNU) Muhammad Agus Rofiqi menjelaskan, dirinya mengajak Jojo Relawan Upin Badut untuk menghibur korban longsor itu.

“Saya sebelumnya berinisiatif untuk mengajak Relawan Upin Badut bergabung menjadi relawan korban longsor itu,” ucap Agus.

Ia juga mengatakan, Relawan Upin Badut Banjarmasin memang sering mengisi kegiatan program trauma healing ke berbagai wilayah.

“Ketika saya menawarkan untuk gabung, Jojo sebagai relawan dengan senang hati menerimanya. Bak gayung bersambut lalu kami mengatur jadwal.” jelasnya.

Relawan Upin Badut membawa dua kostum badut, untuk menghibur anak anak dan beberapa atraksi, diantaranya, atraksi sulap, bernyanyi, tebak-tebakan, penampilan dua badut dan penampilan boneka yang bernama Udin Kakulak.

Jojo selaku Relawan Upin Badut mengatakan, pihaknya menghibur anak-anak yang berada di pengungsian untuk menghilangkan rasa trauma pada anak pasca bencana.

“Kami menghibur di tempat pengungsian tanah longsor itu, dan mereka pun terhibur baik anak-anaknya maupun orang tuanya. Selain itu, kami juga membagikan snack, boneka, tas serta lainnya yang semua itu sumbangan dari para donatur,” ungkap Jojo kepada kru banua.co

“Saya sangat bersyukur dan senang akan antusias anak-anak. Saya tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata,” ungkapnya.

Jojo mengatakan ia tidak menyangka bahwa jalan menuju Desa Remo sangat sulit,karena ia mengira jalan menuju Desa Remo hanya seperti naik gunung biasa.

“Ternyata jalanannya sangat terjal, dan masih jalanan itu tanah habang(tanah merah, red) sangat licin, kami pun menggunakan mobil pick up dan mobil itu amblas kesana kemari,” jelas Jojo.

Jojo berharap,semoga Desa Remo lebih diperhatikan oleh instansi yang lain. Karena,Desa Remo, Kecamatan Paramasan ini sangat kekurangan fasilitas, seperti listrik dan akses jalan yang rusak.

Ia juga menyarankan kepada para pegiat sosial agar bisa menyalurkan bantuannya ke Desa Remo. Karena selain terpencil, jalur menuju Desa Remo juga lumayan sulit untuk dilalui.

Reporter : Anwar
Editor : Muhammad Abdillah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *