Tembus Pegunungan Meratus, Relawan PW IPNU Kalsel Serahkan Bantuan

Banua.co, MARTAPURA – Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kalimantan Selatan (Kalsel) menyerahkan bantuan logistik tembus pegunungan meratus dengan mobil pikap.

Bantuan tersebut diserahkan kepada korban tanah longsor di Desa Remo pedalaman Pegunungan Meratus, Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar, Senin (15/2).

Bersama Pemuda Sungai Tabuk, DPC GMNI Kota Banjarmasin, DPW Apitu Indonesia Kalsel, dan Relawan Upin Badut.

Sekretaris Desa Remo mengatakan, pihaknya tidak berani gunakan mobil pikap pergi ke desa sebagaimana dijelaskan para relawan yang berangkat. Hanya menggunakan kendaraan yang dikhususkan jalur gunung.

Berbeda dengan PW IPNU Kalsel bersama dengan yang lainnya. Mereka berani menerobos jalur desa terpencil itu dengan mobil pikap.

Sopir mobil pikap , Agus menjelaskan, bahwa ia berani menerobos jalur tersebut, pasalnya cuaca sangat cerah tidak ada tanda hujan.

Ternyata, jalur yang dilalui sangat curam dan banyak menanjak. Bahkan, menuju Desa Remo jalannya hanya sebatas ukuran ban mobil.

“Untuk keberangkatan, alhamdulillah lancar, walaupun harus sangat berhati-hati, sebab kiri kanan jurang menghadang,” jelas Agus.

Tepat pada sore hari setelah sampai di tempat, hujan deras mengguyur desa tersebut hingga membuat jalan yang dilalui menjadi kubangan lumpur.

“Saya sudah menebak perjalanan pulang akan lebih susah bekas hujan. Ternyata tebakan saya benar, mobil kami terperosok di tanah gunung saat menanjak, bahkan tidak satu kali saja, beberapa kali mobil sempat tertahan di tanah,” ujarnya.

Perjalanan turun dari desa terpencil itu menguras tenaga semua relawan, sebab mereka semua turun untuk mengeluarkan mobil yang terjebak amblas di tanah.

Koordinator Relawan gabungan, Muhammad Sahlani mengatakan, longsor yang terjadi sejak 21 Januari 2021 itu menghabiskan 10 buah rumah dengan 20 Kepala Keluarga.

“Hingga kini, hampir satu bulan masyarakat Desa Remo masih bertahan di pengungsian,” ucapnya.

Wakil Ketua II PW IPNU Kalsel itu juga menjelaskan, keadaan di desa tersebut sangat memperhatinkan.

“Selain itu, di sana sangat memerlukan tenaga pendidik yang rela iklas meluangkan waktunya untuk mengajar, atau relawan sejenisnya dan lain-lain,” ungkap Sahlani.

Ia menyebutkan, anak-anak di sana itu sangat perlu perhatian semua, karena mareka adalah generasi penerus selanjutnya.

“Alasan itulah yang membuat kami turun sendiri untuk membantu mereka. Apalagi melihat tawa-tawa mereka, itu menjadi magnet kebahagiaan untuk kami semua,” imbuhnya.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa bantuan ini adalah tahap dua setelah satu minggu yang lalu juga menyerahkan bantuan serupa.

Bantuan itu berupa pakaian layak, peralatan sekolah, peralatan mandi, terpal, tikar, sembako, obat-obatan dan vitamin.

Bantuan tersebut berasal dari PW IPNU Kalsel, DPW Apitu Indonesia Kalsel, DPC GMNI Banjarmasian, Relawan Upin Badut dan beberapa donatur lainnya.

Perlu diketahui, perjalanan menuju desa tersebut memakan waktu 5/6 jam. Jalur yang dilalui harus melalui Kabupaten Tapin, kemudian menaiki dan menuruni pegunungan yang jalannya hanya tanah kuning dan memiliki jurang yang tinggi.

 

Reporter : Anwar

Editor : Yasin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *