Amalan Agar Terhindar dari Kebutaan, Katarak dan Penyakit Mata Lainnya

Sebenarnya, amalan agar terhindar dari kebutaan dan penyakit mata lainnya ini sangat dikenal di kalangan para santri pesantren. Namun di kalangan masyarakat umum masih sedikit yang mengetahuinya, apalagi mengamalkannya. Padahal, amalan agar terhindar dari kebutaan dan penyakit mata lainnya ini sangat penting diamalkan di zaman ini, di mana rata-rata manusia akrab dengan gadget. Sebab, terlalu lama menggunakan gadget bisa mempengaruhi kesehatan mata.

Oleh: Khairullah Zain.

IMG 20200822 WA0044 1 150x150 - Amalan Agar Terhindar dari Kebutaan, Katarak dan Penyakit Mata LainnyaMenurut para ahli kesehatan, perangkat digital menghasilkan cahaya berenergi tinggi dengan bentuk sinar biru yang dapat dengan mudah masuk ke mata semua orang, termasuk juga anak-anak.

Cahaya biru adalah cahaya gelombang pendek yang berbahaya, karena merupakan panjang gelombang energi tertinggi dari cahaya yang tampak. Hal tersebut dapat ditemukan di berbagai tempat, bahkan matahari juga memancarkan cahaya biru, sehingga langit dan lautan menjadi berwarna biru.

Untuk menjaga kesehatan mata di jaman digital ini, tidak ada salahnya bila kita mengamalkan suatu amalan agar terhindar dari kebutaan dan penyakit mata lainnya dari para ulama yang telah dibuktikan oleh mereka kemujaraban khasiatnya.

Dalam kitab An Nawadir disebutkan ada empat perkara yang apabila dilakukan dapat mempertajam penglihatan, yaitu melihat yang berwarna hijau, seperti tumbuhan, memandang kedua orang tua, memandang mushaf, dan memandang Ka’bah.

Sementara, penyusun kitab As Syinwani menyebutkan suatu amalan yang berasal Nabi Khidir ‘alaihissalam, yaitu bahwa barangsiapa ketika mendengar muadzin mengucapkan:

أشهد أن محمدا رسول الله

Dia mengucapkan:

مرحبا بحبيبي وقرة عيني محمد بن عبد الله صلى الله عليه وسلم

(Marhaban bi Habibi wa Qurrata ‘Ayni Muhammadibni Abdillah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam)

Kemudian mengecup kedua ibu jari tangannya dan mengusapkannya pada kedua matanya, maka tidak akan buta, dan tidak akan sakit mata selamanya.

Memang, tidak ada sanad amalan tersebut bersumber dari Rasulullah shalallahu’alaihi wa aalihi wa sallam, namun ada cerita menarik mengenai amalan ini.

Cerita ini disebutkan dalam kitab Mawahib Al Jalil yang mengutip dari kitab Al Masail Al Malquthah. Diceritakan bahwa Sayyid Utsman bin Ali Al Fasi suatu kali bertemu Syaikh Nuruddin Al Khurasani di kota Syiraz.

“Saya disisinya saat adzan berkumandang, ketika terdengar muadzin mengucapkan ‘Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah’ Syaikh Nuruddin mengecup kedua ibu jari tangan kanan dan kirinya, dan mengusapkan kedua kukunya pada kelopak kedua matanya, setiap bacaan melakukan satu kali, dimulai dengan saluran mata dari sisi hidung, dan berakhir pada ekor mata dari arah pelipis,” cerita Sayyid Utsman.

Heran dengan apa yang dilakukan Syaikh Nuruddin, ia pun menanyakan hal tersebut.

images 98 - Amalan Agar Terhindar dari Kebutaan, Katarak dan Penyakit Mata Lainnya

Syaikh Nuruddin pun menceritakan bahwa dahulunya dia pernah sakit mata. Kemudian mendapat amalan tersebut. Namun karena tidak ada sanad yang tersambung kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, ia pun berhenti mengamalkannya.

Hingga pada suatu malam ia bermimpi bertemu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa aalih wa sallam yang berkata:

“Mengapa kamu meninggalkan untuk mengusap kedua matamu ketika diriku disebut dalam adzan, jika kau inginkan kedua matamu sembuh. Kembalilah untuk mengusap kedua matamu lagi”.

“Kemudian aku terbangun, dan amalkan mengusap kembali dua mataku, dan sembuhlah kedua mataku, tidak kembali lagi penyakit kedua mataku hingga sekarang.” cerita Syaikh Nuruddin.

Dari mana asal usulnya amalan agar terhindar dari kebutaan dan penyakit mata tersebut?

Dalam kitab Sabil Al Idzkar wa Al I’tibar dikisahkan bahwa suatu kali Nabi Adam ‘alaihissalam merasa heran melihat para malaikat selalu mengikutinya.

Nabi Adam pun bertanya kepada Allah, “Ya Allah, kenapa mereka selalu mengikutiku?”.

Allah berfirman kepada Nabi Adam:

“Wahai Adam, karena mereka telah tertarik dengan nur keturunanmu, yang telah ada dalam sulbimu”.

Kemudian Nabi Adam meminta kepada Allah agar bisa menyaksikan nur tersebut. Maka Allah pun memperkenankan dan menampakkan nur di kuku kedua ibu jari Nabi Adam ‘alaihissalam.

Nabi Adam begitu kagum menyaksikan keindahan nur yang dinampakkan di kuku ibu jarinya tersebut. Dia pun bertanya, “Ya Allah, nur siapa ini?”.

Allah pun berfirman:

“Itu adalah Nur Muhammad. Wahai Adam, kalau tidak karena Nur Muhammad, Aku tidak akan menciptakan semua ini”.

Allah menjelaskan keagungan Nur Muhammad kepada Nabi Adam ‘alaihissalam.

Mengetahui keagungan Nur Muhammad, Nabi Adam merasa sangat gembira dan mencium kuku kedua ibu jarinya, kemudian mengusapkan keduanya ke dua matanya seraya berkata:

مرحبا بحبيبي وقرة عيني محمد بن عبد الله

“Selamat datang duhai kekasihku dan penyejuk mataku Muhammad putra Abdullah”.

Dari hikayat itulah kemudian para salafushalih mengamalkan mengusap kedua mata ketika mendengar muadzin menyebutkan nama Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam dalam adzan.

Menurut para ulama salaf, siapa yang melakukan hal tersebut Insya Allah tidak akan terkena penyakit mata, tidak akan buta dan bertambah ketajaman pandangan matanya. Wallahu A’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *