Bulan Sya’ban Disebut Bulan Sholawat, Ternyata Ini Alasannya!

Banua.co – Bulan Sya’ban disebut para ulama sebagai bulan sholawat. Karenanya para ulama menganjurkan agar memperbanyak membaca sholawat di bulan ke-8 dalam penanggalan Hijriyah ini.

Penamaan Sya’ban sendiri, menurut As Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki berasal dari kata “Sya’aban” yang artinya terpancarnya keutamaan. Demikian disebutkan doktor hadits ini dalam kitab Ma Dza Fi Say’ban. Ulama lain mengatakan berasal dari kata “As Syi’b” alias lembah. Maksudnya adalah lembah kebaikan.  Ada pula yang berpendapat berasal dari kata “As Sya’b” yang bermakna tambalan. Maksudnya Sya’ban adalan bulan di mana Allah menambal kekurangan dan menutupi kekurangan hamba-hambaNya.

Sementara, kata Sya’ban yang terangkai dari lima huruf Hijaiyah ini memili arti tersendiri. Imam Abdurrahman dalam Nuzhatul Majalis wa Muntakhabun Nafais mengatakan bahwa huruf Syin pada kata Sya’ban berarti As-Syaraf atau kemuliaan. Huruf ‘Ain-nya bermakna derajat dan kedudukan yang tinggi alias Al-‘Uluww. Huruf Ba’ singkatan dari Al-Birr atau kebaikan. Huruf Alif-nya kependekan dari dari Al-Ulfah, bermakna kasih sayang atau keakraban. Sedangkan Nun memiliki kepanjangan An-Nur, yang berarti cahaya.

Terlepas dari perbedaan pendapat, semua ulama bersepakat bahwa Sya’ban adalah bulan mulia dan penuh dengan keutamaan. Beberapa ulama menyebutkan bahwa Sya’ban adalah bulan sholawat, sedangkan bulan sebelumnya atau Rajab adalah bulan Istighfar, sedangkan bulan setelah Sya’ban yaitu Ramadhan adalah bulan Al Qur’an.

Tentunya ada alasan para ulama menyebut bulan Sya’ban sebagai bulan mulia dan penuh keutamaan. Bulan Sya’ban adalah bulan di mana Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan agar umat Islam merubah arah kiblat, dari semula selama 17 bulan menghadap Baitul Maqdis dirubah menghadap Ka’bah. Hal ini ditandai dengan turunnya firman Allah dalam Surah Al Baqarah ayat 144 (yang artinya):

“Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu.”

Alasan Bulan Sya’ban Disebut Bulan Sholawat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *