Ternyata Perancang Masjid Istiqlal Seorang Putra Pendeta, Siapa Dia?

Banua.co, JAKARTA – Ternyata arsitek perancang Masjid Istiqlal, tempat ibadah termegah umat muslim Indonesia adalah seorang putra pendeta. Masjid Istiqlal dirancang oleh seorang arsitek bernama Friedrich Silaban, seorang putra pendeta Kristen Protestan asal Sumatera Utara.

Friedrich dilahirkan di Bonandolok, Sumatera Utara, pada 16 Desember 1912. Mengawali pendidikan di HIS Narumonda, Tapanuli, Sumatera Utara, Fredrich kemudian melanjutkan ke Koningin Wilhelmina School, sebuah sekolah teknik di Jakarta. Di sekolah inilah ia mempelajari ilmu bangunan (bouwkunde) dan lulus pada tahun 1931.

Friedrich ditetapkan sebagai arsitek perancang Masjid Istiqlal setelah memenangi sayembara membuat desain maket Masjid Istiqlal pada tahun 1955. Nama Fredrich Silaban dengan karyanya yang berjudul “Ketuhanan” diumumkan sebagai pemenang sayembara oleh Presiden Soekarno selaku Ketua Dewan Juri. Karena memenangi sayembara ini, Silaban dijuluki sebagai “By The Grace of God” oleh Presiden Soekarno.

Fredrich Silaban - Ternyata Perancang Masjid Istiqlal Seorang Putra Pendeta, Siapa Dia?
Friedrich Silaban, seorang arsitek perancang Masjid Istiqlal yang beragama Kristen Protestan.

Sebagai seorang Kristiani, tentu saja Silaban mengalami pergulatan batin ketika merancang bangunan yang dijadikan tempat ibadah umat Islam tersebut. Dilansir Historia.id, selama membuat sketsa masjid, ia selalu berdoa.

“Tuhan, kalau di mata-Mu saya salah merancang masjid, maka jatuhkanlah saya, buatlah saya sakit supaya gagal. Tapi jika di mata-Mu saya benar, maka menangkanlah saya,” sebagaimana dituturkan Poltak Silaban, putra ketiga Silaban, menirukan doa ayahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *