Kisah Kelahiran Imam Al Husein, Cucu Nabi Tercinta.

3 Sya’ban adalah hari kelahiran Sayyidina Al Imam Husein bin Al Imam Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhum. Seorang yang sangat dicintai oleh Rasulullah shalallahu’alaihi wa aalihi wa sallam dan dijuluki oleh beliau sebagai “Pemuka Ahli Surga”. Meluangkan waktu sejenak mengenang kisah kelahiran penerus nasab Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam ini akan mengundang keberkahan untuk kita semua. Insya Allah.

Banua.co – “Siapa yang ingin memandang kepada pria ahli surga, hendaklah ia memandang Husein bin Ali.” Demikian kata seorang sahabat Nabi, Jabir bin Abdullah. “Aku mendengar Rasulullah mengatakan demikian,” lanjutnya sebagai diriwayatkan Abu Ya’la.

Imam Al Husein dilahirkan pada 3 Sya’ban tahun keempat setelah hijrah. Diceritakan, ketika mendengar Fatimah melahirkan, Rasulullah memanggil Asma bi Umais.

“Wahai Asma, tolong bawakan bayi itu kepadaku”.

Asma kemudian membawa bayi yang baru lahir tersebut kepada Rasulullah. Beliau mendekap dengan penuh kasih sayang, seraya azan di telinga kanannya dan iqamat di telinga kirinya.

Namun, setelahnya Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam menangis tersedu-sedu. Tangisan yang membuat Asma heran

“Demi ayah dan ibuku, apa yang membuat anda menangis, wahai utusan Allah?”, Asma memberanikan diri bertanya.

“Anakku ini,” jawab Rasulullah.

“Bukankah dia baru saja dilahirkan?” Asma bertambah bingung.

Baginda Rasulullah shalallahu’alaihi wa aalih wa sallam kemudian menjelaskan apa yang membuatnya menangis.

“Wahai Asma, kelak dia akan dibunuh oleh kelompok pembangkang sesudahku, yang syafaatku tidak akan sampai kepada mereka,” jelas Rasulullah kepada Asma.

Beliau kemudian mewanti-wanti Asma agar merahasiakan hal tersebut kepada putrinya.

“Wahai Asma, jangan engkau beritahukan apa yang telah kukatakan kepada Fatimah. Dia baru saja melahirkan.”

Diriwayatkan, sebelumnya ayahnya, Ali bin Thalib ingin memberinya nama Al Harb. Namun, meski demikian beliau tidak berani memberi nama tanpa izin Rasulullah.

“Wahai Rasulullah, aku tidak ingin mendahului anda dalam menamainya, meski aku ingin menamainya Harb,” kata Imam Ali bin Thalib.

“Aku juga tidak ingin menamainya mendahului Allah azza wa jalla,” jawab Rasulullah.

Kemudian malaikat Jibril datang dan memberitahu Nabi agar menamai cucunya tersebut dengan nama putra Nabi Harun ‘alaihissalam.

“Siapa nama putra Harun?” tanya Nabi kepada Jibril.

“Syabir,” jawab Jibril.

Nama ini membuat Nabi heran, karena bukan Bahasa Arab.

“Aku berbahasa Arab,” kata Nabi.

“Kalau begitu, namai dia dengan Al Husein,” jawab Jibril.

Akhirnya, oleh Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam cucunya ini diberi nama Al Husein sama dengan nama putera Nabi Harun ‘alaihissalam, hanya saja beda bahasa.

Peringatan Kelahiran Imam Al Husein di Mesir
Peringatan Kelahiran (Maulid) Imam Al Husein di Mesir.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa aalih wa sallam kemudian mentahnik dan mencukur rambutnya. Beliau melaksanakan akikah dengan menyembelih kambing dan bersedekah perak seberat timbangan rambut cucunya tersebut.

Al Husein kecil bersama kakaknya Al Hasan sangat dicintai oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan, Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang mencintai anak ini, maka berarti ia mencintai aku”. Demikian diriwayatkan At Thabrani.

Semoga dengan membaca kisah kelahiran Al Imam Al Husein bin Al Imam Ali bin Thalib ini mengundang keberkahan untuk kita semua, dan semakin menebalkan rasa cinta kepada Ahlul Bait Rasulullah shalallahu’alaihi wa aalihi wa sallam.

Editor: Shakira.

Baca Juga: Mengenal Leluhur Al ‘Aiderus, Wali Agung yang Lahir 12 Ramadhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *